Nusantara News Probolinggo - Persoalan lampu penerangan jalan umum (PJU) di ruas Alas Sumur menuju pertigaan Jalan Besuk kembali menjadi sorotan. Sejumlah titik penerangan dilaporkan bermasalah, bahkan salah satu lampu di kawasan pertigaan Besuk terlihat berkedip-kedip pada malam hari sehingga dinilai mengganggu jarak pandang dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Kondisi tersebut memunculkan kritik terhadap Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi pemeliharaan penerangan jalan. Pasalnya, lampu yang sebelumnya sempat menyala setelah persoalan itu diberitakan, kini dilaporkan kembali mengalami gangguan, sementara beberapa titik lainnya masih belum berfungsi secara normal.
Presiden Gerakan Aktivis Pelayan Kesejahteraan Masyarakat (GAPKM), Juned ST, menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, penerangan jalan merupakan fasilitas publik yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, terutama pengguna jalan yang melintas pada malam hari.
"Jangan sampai pemerintah daerah baru bergerak setelah ramai diberitakan. Pemeliharaan lampu penerangan jalan harus dilakukan secara rutin, bukan hanya bersifat sementara. Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan," Ujar Juned, 1/8/2026.
Ia mengingatkan bahwa lampu yang berkedip maupun mati total dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas karena mengurangi jarak pandang pengendara. Selain itu, kondisi jalan yang minim penerangan juga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan sehingga menimbulkan rasa tidak aman bagi masyarakat yang melintas pada malam hari.
Juned mendesak OPD terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan penerangan di sepanjang ruas Alas Sumur hingga pertigaan Jalan Besuk. Menurutnya, perbaikan tidak cukup dilakukan pada titik yang rusak, tetapi juga harus disertai evaluasi sistem pemeliharaan agar gangguan serupa tidak terus berulang.
"Kami memberikan peringatan keras kepada OPD terkait agar lebih serius menjalankan tugas pemeliharaan fasilitas umum. Jangan menunggu sampai terjadi kecelakaan atau muncul korban akibat lampu jalan yang tidak berfungsi. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah musibah terjadi," Tegasnya di Istana Naga.
GAPKM juga meminta Pemerintah Kabupaten Probolinggo meningkatkan pengawasan terhadap kondisi PJU di seluruh wilayah. Organisasi tersebut menilai pelayanan publik tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan fasilitas yang telah dibangun tetap berfungsi dengan baik demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Bersambung....
(MH**)

