Nusantara News Probolinggo – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 benar-benar terasa di Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Lomba karnaval budaya yang digelar masyarakat berlangsung meriah dan mendapat sambutan luar biasa. Sepanjang jalur karnaval dipadati warga yang datang dari Sentong maupun desa-desa sekitar untuk menyaksikan parade budaya dan kreativitas peserta.
Kemeriahan yang berlangsung pada malam hari, suasana semakin bergelora dengan hiburan sound horeg yang menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari padatnya jalan yang dipenuhi manusia. Di tengah kerumunan tersebut, pelaku UMKM turut mengambil kesempatan dengan membuka berbagai lapak kuliner dan produk lokal sehingga kegiatan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga.
Dalam kegiatan tersebut, Abdul Basit, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo sekaligus politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), turut hadir dalam acara pelepasan peserta karnaval. Kehadirannya mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ia melihat kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata partisipasi warga dalam mengisi kemerdekaan sekaligus menjaga kebersamaan.
Abdul Basit mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Sentong yang mampu mengemas peringatan kemerdekaan dengan kreativitas dan nuansa budaya. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena masyarakat tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga memiliki ruang untuk mengekspresikan seni, tradisi dan identitas lokal.
“Kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena telah memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Kemerdekaan ini harus kita isi dengan kegiatan positif sekaligus mengenang jasa para pahlawan,” Ujarnya,22/8/2026.
Ia menambahkan, pelestarian budaya lokal harus mendapat perhatian serius karena dapat menjadi kekuatan sekaligus identitas daerah. Budaya yang dikembangkan secara kreatif, kata dia, memiliki peluang menjadi daya tarik dan nilai jual yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional bahkan internasional.
“Budaya lokal jangan sampai hilang. Justru harus kita rawat dan kembangkan agar menjadi salah satu kekuatan dan daya saing daerah,” Tuturnya.
Menurut Abdul Basit, kemeriahan karnaval juga memperlihatkan bahwa kebudayaan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kehadiran UMKM di sepanjang jalur kegiatan menjadi salah satu bukti bahwa momentum keramaian dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan.
“Kalau kegiatan seperti ini terus dikembangkan dan UMKM dilibatkan, tentu akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Harapannya kesejahteraan warga Kabupaten Probolinggo, khususnya Desa Sentong dan sekitarnya, ikut meningkat,” Ungkapnya.
Malam semakin larut, namun semangat warga belum surut. Dentuman sound horeg berpadu dengan riuh masyarakat yang memenuhi ruas jalan, sementara pelaku UMKM terus melayani warga yang menikmati berbagai dagangan. Pemandangan tersebut membuat perayaan HUT RI ke-81 di Desa Sentong terasa seperti pesta rakyat yang benar-benar hidup dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.
Karnaval budaya Sentong akhirnya bukan sekadar parade untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Di balik kostum, seni, hiburan dan keramaian UMKM, terselip pesan bahwa mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dengan menjaga budaya, memperkuat persatuan serta menghidupkan kemandirian ekonomi masyarakat. Semangat itulah yang membuat perayaan HUT RI ke-81 di Desa Sentong berlangsung gebyar dan meninggalkan kesan kuat bagi warga yang hadir.
(MH**)

