Pemerintah Desa Sumberanyar Salurkan BLT-DD Tahap 6 Tahun 2025, Bukti Komitmen Nyata untuk Warga

Redaksi


Nusantara News Probolinggo - Di tengah hangatnya suasana kemasyarakatan yang sarat nilai gotong royong, Pemerintah Desa Sumberanyar kembali menunjukkan komitmennya dalam menjamin kesejahteraan masyarakat. Pada Kamis 25/07/2025, bertempat di Balai Desa Sumberanyar, penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap 6 Tahun Anggaran 2025 resmi digelar.


Acara ini bukan sekadar simbolik penyerahan uang tunai, tapi merupakan cerminan kepedulian dan bukti nyata bahwa negara, melalui desa, hadir untuk rakyat kecil. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Andika Prayogo, Pemerintah Desa menggandeng unsur TNI-Polri dan perangkat desa untuk memastikan distribusi berjalan transparan dan tepat sasaran.

Dalam momen penuh haru tersebut, beberapa warga lanjut usia tampak menerima bantuan dengan senyum penuh syukur. Salah satunya adalah pasangan lansia yang telah lama menggantungkan hidup dari hasil bertani kecil. Kini, mereka menerima BLT-DD sebesar Rp300.000 angka yang mungkin terlihat kecil bagi sebagian, tapi bagi mereka, itu ibarat oase di tengah musim kemarau.


Turut hadir Bhabinkamtibmas Desa Sumberanyar Bripka Avanza dan perwakilan dari pendamping desa. Sosok-sosok ini tidak hanya hadir secara fisik, tapi juga sebagai representasi dari sinergi antara desa, aparat keamanan, dan masyarakat.


"Kami ingin pastikan bahwa bantuan ini tepat sasaran, dan benar-benar sampai ke tangan warga yang membutuhkan," ujar Andika


Beliau juga mengatakan bahwa kesejahteraan bukan sekadar angka dalam anggaran, tapi rasa aman dan layak yang dirasakan oleh rakyat di pelosok desa.


Sementara itu, Pendamping Desa dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa BLT-DD ini adalah bentuk kehadiran negara yang konkret di tengah-tengah masyarakat desa, terutama bagi mereka yang terdampak secara ekonomi pasca pandemi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.


Acara penyaluran BLT-DD ditutup dengan sesi foto bersama,  para penerima manfaat berdiri berdampingan dengan perangkat desa dan aparat. Di balik jepretan kamera itu, tersembunyi kisah kecil yang bermakna besar tentang harapan, keberpihakan, dan secercah senyum yang kembali merekah. 

(MH**)