Mahasiswa IAD Probolinggo, Agen Perubahan dari Ruang Kuliah ke Dunia Pesantren Sinergi Pemuda, Pendidikan, dan Pengabdian untuk Bangsa

Redaksi


Nusantara News Probolinggo — Deru semangat para pemuda tampak menyala di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tegal Siwalan, Sekelompok mahasiswa Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo memulai perjalanan mereka dalam program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Bukan sekadar menjalankan tugas akademik, kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa generasi muda siap mengambil peran dalam membangun bangsa melalui dunia pendidikan dan dakwah.


Kehadiran mahasiswa PPL tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi menjadi motor perubahan dalam dunia pendidikan pesantren. Mereka membawa inovasi metode pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, memadukan pendekatan deep learning dengan berbagai games edukatif dan ice breaking yang membuat suasana belajar lebih hidup dan bermakna.


Dalam program ini, mahasiswa IAD Probolinggo berbaur dengan kehidupan pesantren — mengajar, membimbing santri, hingga ikut serta dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Di tengah suasana religius dan sederhana, mereka belajar bagaimana nilai-nilai keilmuan dapat berpadu dengan akhlak dan pengabdian.


“Menjadi mahasiswa bukan hanya soal menuntut ilmu, tapi juga mengamalkan ilmu. PPL di pesantren membuat kami sadar bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan yang sederhana,” ujar salah satu mahasiswa peserta PPL.


Para mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengajar, tetapi juga sebagai sahabat belajar para santri. Hal ini terasa nyata dari berbagai testimoni yang muncul dari para santri Miftahul Huda.
Salah satu santri mengungkapkan dengan penuh haru, “Awalnya saya males belajar, Kak. Tapi setelah diajari kakak PPL, saya jadi semangat sampai bisa menggapai cita-cita. Ternyata belajar itu menyenangkan dan penting.”
Santri lainnya turut menimpali, “Kakak kalau ngajar sabar dan seru, jadi bikin saya semangat belajar setiap hari.”

Testimoni tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa PPL bukan hanya mengubah suasana belajar, tetapi juga membangkitkan motivasi dan percaya diri para santri. Kegiatan mereka juga tidak berhenti di ruang kelas. Para mahasiswa turut berkontribusi dalam gerakan literasi santri, pembinaan karakter, serta inovasi pembelajaran yang membuat suasana belajar di pesantren menjadi lebih hidup. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia kampus dan pesantren — dua pilar penting dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak mulia.


Pihak pesantren pun menyambut baik kehadiran mereka. “Para mahasiswa membawa energi baru. Mereka datang dengan ide-ide segar, semangat tinggi, dan ketulusan hati. Hal ini memberikan warna baru bagi santri kami,” ungkap salah satu ustadz pembimbing pesantren Miftahul Huda.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa IAD Probolinggo menegaskan bahwa pemuda bukan hanya penonton dalam perubahan, melainkan pelaku utama. Mereka hadir sebagai agen peradaban, menghidupkan kembali semangat kebangsaan melalui dakwah dan pendidikan.


Sebagaimana pesan Bung Karno, “Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”
Begitu pula para mahasiswa IAD Probolinggo hari ini — membawa semangat itu ke pesantren, menyalakan api perubahan dari ruang-ruang kecil pengabdian, demi Indonesia yang lebih berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.

 (SF**)