Polres Probolinggo Kota Beberkan Kinerja 2025, Dari Penindakan Narkoba hingga Kejahatan Menonjol

Redaksi

 


Nusantara News Probolinggo – Polres Probolinggo Kota membeberkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Mapolres Probolinggo Kota, Senin (29/12/2025) siang. Sejumlah indikator keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menunjukkan tren positif, mulai dari penurunan kasus narkotika, berkurangnya angka kecelakaan lalu lintas, hingga pengungkapan berbagai perkara kriminal yang sempat menyita perhatian publik.


Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri, S.I.K., M.I.K. mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Polres, polsek jajaran, serta dukungan aktif masyarakat. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen institusi dalam menjalankan tugas secara profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kami berkomitmen menjalankan tugas secara profesional, presisi, dan humanis. Penegakan hukum dilakukan secara tegas, namun tetap mengedepankan perlindungan serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKBP Rico dalam rilis akhir tahun.


Di bidang pemberantasan narkotika, Satresnarkoba Polres Probolinggo Kota mencatat 71 kasus sepanjang 2025. Jumlah tersebut turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 81 kasus, atau mengalami penurunan sebesar 12,35 persen. Dari total kasus tersebut, polisi menetapkan 88 tersangka yang terdiri dari 76 pengedar dan 12 pemakai.


Meski jumlah perkara menurun, volume barang bukti justru meningkat signifikan. Sepanjang 2025, polisi mengamankan 1.234,61 gram sabu, 12.347 butir pil trihexyphenidyl, 4.555 butir pil dextro, serta dua butir pil ekstasi. “Penurunan kasus tidak berarti penurunan kualitas penindakan. Kami fokus membongkar jaringan, bukan sekadar pemakai,” tegas Kapolres.

Salah satu pengungkapan yang menjadi sorotan publik adalah peredaran sabu di kawasan wisata Pulau Gili Ketapang. Kapolres menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan instansi terkait agar kasus tersebut menjadi yang terakhir dan tidak kembali mencoreng citra pariwisata daerah.


Sementara itu, di bidang lalu lintas, Satlantas Polres Probolinggo Kota mencatat 20.067 pelanggaran selama 2025, meningkat 18,03 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun demikian, angka kecelakaan justru menurun signifikan dari 246 kasus pada 2024 menjadi 200 kasus di 2025, atau turun sekitar 20 persen. Penurunan ini dinilai sebagai dampak dari peningkatan penindakan dan edukasi kepada masyarakat.


Di bidang reserse kriminal, Polres Probolinggo Kota menangani 209 laporan polisi sepanjang 2025, dengan tingkat penyelesaian perkara mencapai 120,1 persen. Beberapa jenis kejahatan yang mendominasi antara lain pencurian, penganiayaan, KDRT, dan kejahatan terhadap anak. Menyikapi meningkatnya kasus KDRT dan kekerasan seksual, Kapolres memastikan pada awal 2026 akan dibentuk satuan khusus untuk menangani perkara tersebut secara lebih cepat dan berperspektif korban.


Menutup rilis akhir tahun, Polres Probolinggo Kota juga memusnahkan ribuan barang bukti hasil penindakan, mulai dari minuman keras, knalpot brong, hingga kendaraan tidak sesuai spesifikasi. Kapolres menegaskan komitmen jajarannya di tahun 2026 untuk terus hadir secara responsif di tengah masyarakat, menegakkan hukum secara tegas, namun tetap humanis demi menjaga keamanan dan kenyamanan warga Kota Probolinggo.

(Dar**)