17 Kepala UPT Puskesmas Dilantik Wakil WaliKota Bandar Lampung, Drs.H. Deddy Amarullah

Redaksi


Nusantara News Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung melantik dan melakukan alih tugas terhadap 17 Kepala UPT  Puskesmas bersamaan dengan rotasi dan mutasi puluhan aparatur sipil negara (ASN), Jumat, 13 Februari 2026.


17  Kepala UPT Puskesmas yang dilantik Wakil  WaliKota Bandar Lampung, Drs.H.  Deddy Amarullah adalah :

1. dr.Sarah Prima Ayu - Kepala UPT Puskesmas Raja Basa  Indah

2. drg. Susi  - Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap  Gedong Air.

3. dr. Titin Agustin - Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap  Way Kandis.

4. dr. Donna Rozalia Mariz  - Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap  Kota Karang.

5. dr. Desmayanti Bahri  - Kepala UPT Puskesmas Kupang Kota. 

6. dr. Tria Yune Eriartasari - Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Panjang.

7. dr. Susi Kania  - Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Satelit.

8. Ria Kusuma Wardani, S.ST.  - Kepala UPT Puskesmas Pinang Jaya.

9. dr. Firdausa  Muslima  Masita - Kepala UPT Puskesmas  Kebon Jahe.

10. drg. Sinta Prabawati - Kepala UPT Puskesmas Bakung.

11. Widya Susanna ,S.ST.,M.Kes.- Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Sukamaju

12. Ns.Sumiyati - Kepala UPT Puskesmas  Labuhan Ratu.

13. dr.Amy Melita  - Kepala UPT Puskesmas Sumur Batu.

14. dr.Elly Tri Yanuarsih Kepala UPT Puskesmas Susunan Baru.

15. dr. Destriana Kepala UPT Puskesmas Palapa.

16. dr. Nadya Bella Yashinta Nartosaputri  Kepala UPT Puskesmas Pasar Ambon.

17. drg. Darma Dian Nora Kepala UPT Puskesmas Way Halim.


Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap optimal dan berkelanjutan.


Wakil WaliKota  Bandar Lampung  Deddy Amarullah menyatakan pelantikan 17  kepala puskesmas dilakukan secara serentak agar tidak terjadi kekosongan pimpinan yang berpotensi menghambat pelayanan kesehatan di wilayah Kota Bandar Lampung.


Menurutnya, keberadaan pimpinan definitif di setiap puskesmas sangat penting dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, rotasi dan mutasi ASN juga menjadi bagian dari pembinaan karier aparatur.


“Kami ingin memberi ruang kepada ASN yang berprestasi dan memiliki uji kompetensi yang baik untuk naik jabatan. Prestasi dan kinerja harus menjadi dasar utama dalam pengembangan karier,” tegas Deddy.


Ia menambahkan, rotasi dan mutasi bukan hanya penyegaran organisasi, tetapi juga upaya membangun birokrasi yang solid, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.


Dengan aparatur yang kompeten dan profesional, Pemkot Bandar Lampung  diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. (Suherman)