Nusantara News Probolinggo - Komandan Kodim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo mendampingi kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke sejumlah wilayah terdampak banjir di Kabupaten Probolinggo. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan dampak banjir akibat tingginya intensitas hujan berjalan efektif dan terkoordinasi.
Ribut Yodo menjelaskan, beberapa kecamatan yang mengalami dampak cukup serius antara lain Kraksaan, Besuk, Krejengan, Gading, Kotaanyar, dan Pakuniran.
“Kami bersama Pemkab Probolinggo akan terus turun langsung ke tengah masyarakat melalui strategi penanggulangan bencana. Setiap kecamatan sudah memiliki posko bencana, dan Forkopimca melakukan koordinasi intensif tanpa henti,” ujarnya.
Ia menegaskan, jajaran Kodim akan memfokuskan langkah pada upaya meminimalkan kerusakan serta memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pendampingan. Penanganan pascabanjir, lanjutnya, dilakukan secara bertahap sesuai arahan gubernur dengan mempertimbangkan skala prioritas.
“Yang terpenting, sesuai arahan Ibu Gubernur, penanganan pascabencana ini dilaksanakan dengan tahapan dan prioritas yang jelas,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Khofifah menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo guna menjamin keselamatan warga dan mempercepat proses pemulihan.
Sebagai bagian dari langkah tanggap darurat, Pemprov Jatim telah menerjunkan BPBD, Dinas PU Bina Marga, serta Dinas PU Sumber Daya Air untuk bersinergi dengan TNI-Polri dan jajaran pemerintah daerah melakukan asesmen lapangan.
Menurut Khofifah, pendataan dilakukan terhadap kerusakan rumah warga, fasilitas umum, tempat ibadah, hingga sarana pendidikan yang terdampak arus dan genangan. Hasil pendataan tersebut dipetakan berdasarkan kategori ringan, sedang, dan berat sebagai dasar penentuan prioritas intervensi.
Ia menambahkan, Pemprov Jatim membawa tim teknis lengkap, mulai dari tim pembangunan jembatan darurat, penanganan persoalan sungai, hingga tim rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana.
“Penanganan tidak hanya fokus pada respons jangka pendek, tetapi juga solusi jangka menengah dan panjang. Untuk jangka pendek, prioritas kami adalah pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, percepatan pembersihan material banjir, serta perbaikan akses jalan dan jembatan,” tuturnya.
(SF**)


