Komunitas Keroncong Kerapro dan Hotel Tentrem Kota Probolinggo Gelar Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan 1447H

Sudarsono Nusantara

Nusantara News Probolinggo – Nuansa Ramadan terasa hangat di halaman Hotel Tentrem,di Jalan Panglima Sudirman No. 15, Kota Probolinggo, Jumat (13/3/2026) sore. Komunitas seni keroncong Kerapro bersama sejumlah pecinta tembang kenangan menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

Kegiatan yang melibatkan Komunitas Keroncong Kerapro, Tembang Kenangan, serta Keroncong Hotel Tentrem itu diawali dengan pertunjukan musik keroncong yang mengalun santai menjelang waktu berbuka puasa. Beberapa lagu klasik keroncong dan tembang nostalgia dibawakan oleh para anggota komunitas, menciptakan suasana akrab sekaligus mengundang perhatian warga yang melintas di sekitar lokasi.
Ketua panitia kegiatan, Fitriana, yang juga merupakan pemilik Hotel Tentrem Kota Probolinggo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial komunitas seni kepada masyarakat selama bulan Ramadan. Ia menyebut kebersamaan antara pelaku seni dan masyarakat menjadi semangat utama dalam kegiatan tersebut.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan Ramadan dengan masyarakat. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami berharap keberadaan komunitas seni juga bisa memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” Ujarnya

Setelah penampilan musik keroncong, panitia bersama anggota komunitas mulai membagikan ratusan paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di depan hotel. Sejumlah tukang becak, tukang parkir, hingga pengendara sepeda motor dan warga sekitar yang melintas di Jalan Panglima Sudirman tampak berhenti sejenak untuk menerima takjil yang dibagikan.

Fitriana menuturkan, kegiatan berbagi tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai kegiatan sosial semata, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara anggota komunitas seni sekaligus dengan masyarakat luas. Menurutnya, seni dan kepedulian sosial dapat berjalan berdampingan dalam membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Amir Iroe, salah satu anggota komunitas keroncong Kerapro, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan berbagi takjil seperti ini mampu menghadirkan suasana kebersamaan yang positif, sekaligus menunjukkan bahwa komunitas seni juga memiliki peran sosial di tengah masyarakat.

“Menurut saya kegiatan seperti ini sangat baik. Selain menjaga eksistensi musik keroncong, kita juga bisa berbagi dengan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa,” Tuturnya.

Kegiatan berbagi takjil yang diiringi alunan musik keroncong tersebut berlangsung hangat hingga menjelang waktu berbuka puasa. Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang, sehingga keberadaan komunitas seni tidak hanya menjadi ruang berkesenian, tetapi juga menjadi wadah untuk menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat."Pungkasnya
(Dar**)