Nusantara News Banyuwangi - Sekretaris Masyarakat Peduli Pendidikan (MASPENDIK), Khoirul Anwari Arif, yang juga menjabat sebagai Ketua EXCO Partai Buruh Kabupaten Banyuwangi, menyayangkan terjadinya perkelahian antar siswa di SMP Negeri 2 Gambiran yang berujung pada aksi pembacokan.
Menurutnya, insiden yang terjadi pekan lalu tersebut seharusnya tidak terjadi, terlebih berlangsung di lingkungan sekolah. Ia menilai peristiwa itu merupakan bentuk kegagalan pihak sekolah dalam membina kedisiplinan dan moral siswa.
“Sungguh sangat disayangkan, kok bisa di sekolah terjadi tragedi berdarah seperti itu. Seharusnya itu tidak boleh terjadi. Ini bisa mencoreng citra dunia pendidikan Banyuwangi, walaupun sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Anwar, 3 Maret 2026.
Anwar juga menyoroti sejumlah persoalan yang sebelumnya mencuat di SMP Negeri 2 Gambiran sejak dipimpin oleh Sapto Orbayani. Ia menyebut, mulai dari polemik penjualan LKS yang sempat dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi, hingga keluhan orang tua siswa terkait iuran sebesar Rp650 ribu bagi siswa kelas IX dengan alasan biaya cetak ijazah dan keperluan kelulusan lainnya.
“Beberapa persoalan yang muncul di SMP Negeri 2 Gambiran merupakan bentuk ketidakberhasilan sekolah, terutama kepala sekolah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anwar menyatakan akan meminta kepada Bupati Banyuwangi agar segera melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala sekolah demi mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat menodai program “Banyuwangi Melayani” yang tengah digencarkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Ia juga menyinggung adanya informasi bahwa kepala sekolah tersebut diduga masuk dalam daftar mutasi ke salah satu SMP negeri kategori favorit di Banyuwangi.
“Atas nama warga yang peduli pendidikan dan sebagai Ketua Partai yang kemarin ikut mengusung Ibu Bupati, saya akan meminta agar segera dilakukan evaluasi terhadap kinerja kepala sekolah. Supaya kejadian-kejadian yang dapat menodai niat mulia Ibu Bupati tidak terjadi lagi,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak SMP Negeri 2 Gambiran belum memberikan konfirmasi. Sapto Orbayani selaku kepala sekolah juga belum dapat dihubungi.
(MH**)

