Dentuman Sound Horeg dan Aksi Ratusan Pelajar Semarakkan Gebyar Karnaval Desa Nogosari.

Redaksi

 


Nusantara News Jember – Suara dentuman bass dari deretan armada sound horeg menggelegar menggetarkan sepanjang jalan utama Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji. Ribuan warga tampak menyemut di sisi kiri dan kanan jalan, antusias menyaksikan kemeriahan Gebyar Karnaval Desa Nogosari yang berlangsung meriah, tertib, dan penuh warna.


Agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat ini sukses menyedot perhatian publik berkat partisipasi aktif dari berbagai elemen warga. Sebanyak 27 regu peserta tampil all-out memamerkan ragam kreativitas, mulai dari busana adat, tarian tradisional, pertunjukan teatrikal sejarah, hingga kostum daur ulang karya para siswa.

Keragaman peserta menjadi daya tarik utama dalam perhelatan tahun ini. Komposisi barisan karnaval terbagi menjadi dua kategori utama:


Kategori Pelajar (10 Regu): Diikuti oleh siswa-siswi tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Desa Nogosari yang tampil energik membawakan tema kebudayaan nusantara dan edukasi lingkungan.

Kategori Umum (17 Regu): Diikuti oleh perwakilan RT/RW, karang taruna, hingga komunitas warga yang tampil maksimal lengkap dengan maskot raksasa, kendaraan hias, serta iringan parade sound horeg yang menjadi magnet bagi para pencinta musik berdaya ledak bass tinggi.


Kepala Desa Nogosari, Esa Hosada, S.H., M.Kn., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas terselenggaranya acara ini. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan acara skala besar ini merupakan buah dari komunikasi yang intensif serta kesepakatan bersama seluruh lapisan masyarakat.


"Gebyar karnaval tahun ini adalah hasil musyawarah mufakat bersama seluruh elemen warga, mulai dari para tokoh masyarakat, pemuda, hingga jajaran keamanan. Kami berkoordinasi erat dengan pihak Polsek dan Koramil Rambipuji untuk mengawal serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif," ujar Esa Hosada di sela-sela peninjauan rute karnaval.


Sinergi antara pemdes, aparat TNI-Polri, dan masyarakat terbukti efektif menjaga ketertiban lalu lintas serta keamanan penonton di tengah lautan manusia dan barisan armada sound system berukuran besar.


Menutup keterangannya, Kepala Desa Nogosari berharap tradisi positif ini dapat terus dirawat dan ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya pada masa mendatang.


"Melihat antusiasme yang begitu luar biasa hari ini, kami optimistis agenda tahunan ini ke depannya bisa digelar lebih meriah dan makin sukses. Kuncinya ada pada kolaborasi dan rasa kebersamaan seluruh warga Nogosari," pungkasnya. 

(Sam)