Bupati Gus Fawait Paparkan Arah APBD 2027 Tentang Kesehatan dan Dalam Waktu Dekat Kebijakan Penataan Pasar Tanjung Segera di Lakukan.

Redaksi

 


Nusantara News Jember — Bupati Jember, Gus Fawait, memberikan sejumlah penyampaian penting terkait perkembangan kesehatan masyarakat, arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027, hingga penanganan dinamika penataan Pasar Tanjung pada Senin (28/9/2026).


Mengawali pernyataannya sebelum pembahasan APBD, Bupati Fawait mengimbau seluruh masyarakat Jember untuk terus menjaga kesehatan.


 Meskipun data beberapa hari terakhir menunjukkan adanya penurunan angka pasien yang dirawat di rumah sakit maupun puskesmas, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.

Walaupun alhamdulillah perkembangan hari-hari terakhir sudah ada penurunan jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit, terutama rumah sakit pemerintah maupun puskesmas, tetap jaga kesehatan.


 Terutama anak-anak kita yang masih usia sekolah, kalau seandainya ada flu, lebih baik memakai masker dan tidak usah masuk sekolah dulu. Tapi tidak perlu panik karena kondisinya sudah menurun, ujar Gus Fawait.


Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga memaparkan pandangan umum rancangan APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2027 di hadapan anggota DPRD Jember.


 Gus Fawait meyakinkan bahwa seluruh program yang dirancang telah selaras dengan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disepakati bersama antara pihak eksekutif dan legislatif.


Gus Fawait turut mengajak para anggota DPRD untuk pro aktif melakukan komunikasi dan lobi lobi ke pemerintah pusat guna menggaet APBN. Langkah akselerasi ini dinilai krusial karena APBD Jember dinilai tidak cukup jika berdiri sendiri untuk mendanai seluruh pembangunan daerah.


Alhamdulillah tahun 2026 ini APBN yang masuk ke Kabupaten Jember jumlahnya perlu kita syukuri. Kalau ditotal, jumlahnya justru melebihi dari pengurangan dana transfer pusat yang dikurangi ke Pemerintah Kabupaten Jember.


 Indikator ekonomi kita, seperti pertumbuhan ekonomi, menunjukkan bahwa tahun ini Jember mencatatkan angka tertinggi dalam sejarah 10 tahun terakhir," tegasnya.


Menanggapi dinamika pasar tanjung dan  perbedaan pendapat mengenai rekayasa lalu lintas dan penataan di area Pasar Tanjung, Gus Fawait menegaskan posisi pemerintah daerah yang berada di tengah untuk mengakomodasi seluruh pihak.


Ia mengklarifikasi bahwa langkah-langkah yang diambil di Pasar Tanjung, termasuk uji coba rekayasa lalu lintas, bukan merupakan inisiatif sepihak dari eksekutif, melainkan respons atas aspirasi para pedagang dan elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.


Apapun yang saya lakukan di Pasar Tanjung itu bukan inisiatif eksekutif semata, tapi permintaan dari pedagang yang sudah kita ajak bicara, baik pedagang yang di atas maupun di bawah. 


Jangan sampai salah paham. Saya menampung semua aspirasi. Soal ada dinamika dan riuh-riuh sedikit, itu biasa dan bagian dari demokrasi," jelas Bupati.


Gus Fawait menegaskan komitmennya untuk terus melibatkan seluruh pihak dalam proses revitalisasi dan penataan pasar agar solusi yang dihasilkan dapat diterima oleh semua kalangan,pungkasnya

 (Sam)