Nusantara News Jember — Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Jember menjadi momentum krusial bagi para pelaku usaha konstruksi lokal untuk menyuarakan perbaikan organisasi. Salah satu pelaku usaha, M. Reza Setiawan dari CV Alfa Tirenna Persada Konstruksi, menegaskan pentingnya terobosan baru dari kepengurusan yang akan datang.
Reza mengungkapkan bahwa kondisi kontraktor di Kabupaten Jember saat ini menghadapi tantangan yang sangat berat. Menurutnya, iklim kerja bagi para kontraktor lokal terbilang sulit, terutama dalam hal akses mendapatkan proyek pekerjaan.
Dari total sekitar 600 hingga anggota GAPENSI yang terdaftar di Jember, sebagian besar dinilai mengalami "mati suri" akibat minimnya ketersediaan pekerjaan. Pihaknya menilai adanya ketimpangan di mana pengerjaan proyek cenderung dikuasai oleh segelintir pihak saja.
Oleh karena itu, pemerataan kesempatan kerja melalui jalur asosiasi menjadi poin utama yang diharapkan para anggota. Pengurus baru diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih efektif dengan pihak pemerintah daerah.
GAPENSI harus bisa menunjukkan taringnya kembali sebagai salah satu asosiasi kontraktor tertua dan terbesar di Indonesia. Perlu ada pemerataan pekerjaan bagi seluruh anggota, dan kami berharap Bupati juga bisa mendengar aspirasi ini," tegas Reza.
Terkait jalannya Muscab ke-10, terdapat tiga kandidat calon ketua yang muncul. Ketiganya dinilai memiliki kekuatan dan peluang yang seimbang untuk memimpin GAPENSI Jember ke depan.
Melalui pergantian kepemimpinan ini, para anggota berharap struktur kepengurusan yang baru tidak hanya kuat secara administrasi, melainkan juga mampu membawa perubahan nyata, menciptakan iklim usaha yang adil, serta memperjuangkan nasib seluruh anggota secara merata.pungkasnya
( Sam )

