Nusantara News Jember — SMP Al Furqan Jember terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik. Sekolah ini menerapkan sistem pengelolaan kelas yang unik, salah satunya melalui program kelas Tahfidh yang memiliki ketentuan khusus bagi para siswanya.
Indriastutie Setia Hariwardanie S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa SMP Al Furqan memiliki 18 ruangan belajar (rombel). Berbeda dengan kelas reguler, jumlah siswa di kelas Tahfidh dibatasi maksimal 20 siswa untuk kelas 7, serta di bawah 15 siswa untuk kelas 8 dan 9. Selain itu, kelas antara putra dan putri dipisahkan.
"Di kelas Tahfidh ada target pencapaian hafalan Al-Qur'an setiap tahunnya. Jika siswa tidak memenuhi target tersebut, maka dengan berat hati mereka harus berpindah ke kelas reguler," ujar Indri.
Sistem seleksi dan pembinaan yang ketat ini terbukti membuahkan hasil manis. Pada tahun ajaran 2026, SMP Al Furqan mencatatkan prestasi gemilang di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN). Sekolah ini menjadi satu-satunya perwakilan dari Kabupaten Jember yang berhasil lolos hingga ke tingkat nasional, setelah sebelumnya meloloskan siswanya di tingkat provinsi pada ajang OSP untuk bidang IPA dan IPS.
Selain fokus pada capaian akademik dan hafalan Al-Qur'an, SMP Al Furqan juga aktif membina bakat nonakademik siswa melalui sistem penjaringan minat. Prestasi di bidang nonakademik pun terus mengalir, mulai dari cabang olahraga seperti bulu tangkis dan taekwondo, seni tilawah, hingga kompetisi *coding* tingkat Jawa Timur di ITS. Saat ini, sekolah juga tengah membangkitkan kembali potensi di bidang olahraga basket untuk menghadapi berbagai kejuaraan mendatang.
Pihak sekolah berharap ke depannya dapat terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran agar seluruh potensi siswa, baik akademik maupun non akademik, dapat terfasilitasi secara maksimal.
(Sam)


