Nusantara News Jember — Program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan dari pemerintah pusat terus berjalan di Kabupaten Jember.
Salah satu sekolah penerima manfaat adalah SD Negeri Petrang 2, yang mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi mencapai lebih dari Rp1,24 miliar.
"Kepala Sekolah SDN Petrang 2, Mustofa, S.Pd. mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang dialokasikan untuk perbaikan dan penambahan fasilitas di sekolahnya. Dalam revitalisasi ini, sekolahnya memperoleh bantuan total sebanyak 8 ruang kelas,ungkap Mustofa pada senen(20/10/3026).
"Alhamdulillah kami mendapatkan 8 ruang kelas, terdiri dari 1 Ruang Kelas Baru (RKB) dan 7 ruang kelas yang direhabilitasi," ujar Mustofa saat ditemui di lokasi sekolah.
Proyek revitalisasi ini resmi dimulai pada 8 Agustus lalu dan ditargetkan rampung pada minggu pertama bulan November. Saat ini, pengerjaan proyek telah memasuki tahap akhir (finishing) dengan progres fisik mencapai sekitar 75 persen.
Untuk menggejot percepatan pengerjaan, pihak sekolah dan pengelola proyek melakukan penyesuaian teknis pada pengerjaan di lapangan. Sistem pengupahan pekerja yang semula menggunakan sistem harian kini telah diubah menjadi sistem borongan.
"Evaluasi kami menunjukkan bahwa sistem harian cenderung lambat, sehingga kami ubah menjadi sistem borongan. Dengan sistem ini, pengerjaan bisa terpacu lebih cepat dan optimal," jelasnya.
Percepatan ini dinilai sangat krusial karena gedung sekolah tersebut akan segera digunakan untuk kegiatan Sumatif Akhir Semester (SAS) atau Ujian Akhir Semester bagi siswa kelas 1 hingga kelas 6 pada akhir November mendatang.
Selama proses pengerjaan renovasi berlangsung, pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergilir (shift) untuk menjaga kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Siswa kelas rendah ditempatkan pada shift pagi, sedangkan siswa kelas tinggi masuk pada shift siang.
Mustofa menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi keamanan dan kenyamanan siswa, serta mempertimbangkan keterbatasan ruang yang ada.
"Kami tidak memiliki opsi untuk menyewa gedung di luar lingkungan sekolah karena kurang kondusif. Pembelajaran di dalam lingkungan sekolah sendiri tetap menjadi pilihan paling aman dan kondusif bagi anak-anak," tambahnya.
Dengan hadirnya gedung dan ruang kelas baru ini, pihak sekolah berharap suasana belajar mengajar menjadi jauh lebih nyaman dan aman. Sebelum direvitalisasi, para siswa sering merasa cemas saat hujan turun akibat kondisi atap yang lapuk serta ruangan yang panas.
"Ke depan, anak-anak tidak perlu takut kehujanan atau merasa kepanasan lagi. Ruang kelas kini sudah sesuai dengan standar dan dokumen perencanaan Anak-anak bisa belajar dengan tenang dan senang," ungkap Mustofa.
Atas terlaksananya program ini, Mustofa menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Bupati Jember Muhammad Fawait, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Jember yang telah memperjuangkan bantuan sarana pendidikan ini.
Ia juga berharap program revitalisasi seperti ini dapat terus bergulir dan menjangkau sekolah-sekolah lain di wilayah Jember yang membutuhkan perbaikan fasilitas demi mendukung pembangunan sumber daya manusia secara utuh melalui pendidikan dasar.
(Sam)

