Nusantara News Jember — Sekitar 300 massa yang tergabung dalam Serikat Tani Independen (SEKTI) Jember menggelar aksi demonstrasi pada Senin (2/11/2026). Aksi ini dilakukan untuk menindaklanjuti berbagai persoalan keagrariaan di Kabupaten Jember, khususnya terkait ancaman serta intimidasi yang dialami para petani.
Ketua SEKTI Jember, Asiruddin (yang akrab disapa Pak Linggar), mengungkapkan bahwa anggotanya mengalami aksi intimidasi serius di lapangan. Salah satu insiden terjadi pada Kamis malam pekan 31/10/2026 lalu sekitar pukul 01.30 WIB dini hari di Desa Kawangrejo Kec.Mumbulsari.
"Anggota kami disekap, dicekik, dan diancam. Ada tiga orang anggota yang sudah sepuh dikeroyok oleh kurang lebih 30 orang bertopeng" ujar Asiruddin saat memberikan keterangan kepada awak media.
Asiruddin menjelaskan bahwa konflik paling krusial saat ini terjadi di wilayah Kecamatan Mumbulsari. Menurutnya, masyarakat petani berkonflik dengan pihak ketiga atau pihak yang menyewa lahan milik PTPN atau dengan pihak PTPN sendiri kami belum bisa pastikan tinggal tunggu pengungkapan dari pihak terkait.
Pihak SEKTI mengaku telah melaporkan aksi pengeroyokan dan intimidasi tersebut ke Polres Jember sejak hari Sabtu lalu. Anggota yang menjadi korban juga telah menjalani visum.
"Kami berharap kepada kepolisian Jember untuk segera menggali dan mengusut tuntas kasus ini sebagai langkah antisipasi terhadap aksi premanisme," tegasnya.
Terkait hasil mediasi di kantor Pemkab Jember, Asiruddin menyayangkan Bupati Jember sedang tidak ada di tempat. Kendati demikian, pihaknya tetap mendesak Bupati untuk segera memfasilitasi penyelesaian konflik serta bersurat resmi kepada pihak berwenang guna menghentikan segala bentuk intimidasi terhadap para petani.
Aksi yang diikuti oleh perwakilan dari 22 titik anggota SEKTI ini berjalan dengan pengawalan dan menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah serta aparat penegak hukum,imbuhnya.
(Sam)


