BLT DD Sumberanyar Menggema Bak Hujan Berkah 33 KPM Terima Bantuan, Warga Bersorak Lega

Redaksi

 


Nusantara News Probolinggo – Udara Desa Sumberanyar, Paiton, Probolinggo terasa seperti menahan napas pada Senin pagi, 8 Desember 2025. Di balai desa yang sederhana namun penuh harap itu, penyaluran BLT Dana Desa kembali digelar penyaluran bulan 10, 11, 12 Sebanyak 33 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) datang berbondong-bondong yang mayoritas dari lansia seolah menarik garis panjang antara kebutuhan dan harapan yang akhirnya bertemu di satu titik hari pencairan bantuan.


Di tengah riuh suara sandal yang beradu dengan lantai balai desa, suasana terasa seperti sebuah panggung kecil yang menampilkan drama keseharian di mana bantuan tunai bukan sekadar angka, tapi denyut nadi ekonomi keluarga kecil yang terus berjuang melawan kerasnya hidup. Setiap amplop yang dibagikan terasa seperti setetes oase di tengah padang kekhawatiran yang tak pernah kering.

Para penerima tampak menyimpan rasa syukur dalam tatapan mata mereka ada yang pulang dengan langkah ringan, ada yang menunduk memeluk amplopnya erat, seolah takut bahagia itu menguap begitu saja. Hari itu, di Sumberanyar, harapan seperti tumbuh kembali dari tanah yang retak.


Di sela prosesi penyaluran, Kepala Desa Sumberanyar, Andika Prayogo, S.E., berdiri dengan sikap tegap, suaranya mengalir mantap, seakan merangkul kekhawatiran warganya dengan kata-kata yang hangat,


 “Bantuan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah bentuk perhatian nyata pemerintah desa kepada warga. Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga yang berhak, benar-benar menerima manfaatnya. Mudah-mudahan BLT ini bisa meringankan beban, menguatkan langkah, dan menghadirkan sedikit senyum di tengah tekanan ekonomi saat ini,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus menjaga komitmen transparansi dan ketepatan sasaran. Menurutnya, keberhasilan desa bukan hanya dilihat dari pembangunan fisik yang menjulang, tetapi juga dari bagaimana pemerintah hadir dalam denyut persoalan warganya.


Dengan berakhirnya penyaluran hari itu, aroma lega seolah menyelimuti Desa Sumberanyar Paiton tersebut. Meski hidup tak serta-merta berubah, setidaknya hari itu Desa Sumberanyar menunjukkan bahwa secercah perhatian bisa menjadi penerang, walau kecil, bagi perjalanan panjang masyarakatnya.

(MH**)