Nusantara News Probolinggo - Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo, Letkol Arh Iwan Hermaya, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Probolinggo turut ambil bagian dalam upacara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang digelar di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, Rabu (10/12). Upacara berlangsung khidmat, namun sarat makna, seperti alarm yang sengaja dibunyikan agar bangsa ini tak kembali terlelap oleh praktik korupsi.
Letkol Arh Iwan Hermaya menegaskan, Hakordia bukan sekadar seremoni tahunan yang berlalu begitu saja. Momentum ini, menurutnya, adalah pengingat keras bahwa korupsi merupakan kejahatan serius yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan bangsa dan mengancam masa depan generasi mendatang.
Tahun ini, Hakordia mengusung tema “Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat”. Tema tersebut dinilai sebagai penegasan bahwa pemberantasan korupsi tak hanya berbicara soal penindakan hukum, tetapi juga tentang pemenuhan amanat konstitusi demi terwujudnya kesejahteraan umum. Korupsi, dalam pandangannya, adalah pengkhianatan terhadap keadilan dan perampasan hak rakyat secara sistematis.
“Upacara Hakordia ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan dampak negatif korupsi terhadap pembangunan serta pelayanan publik,” ujar Letkol Arh Iwan Hermaya di hadapan peserta upacara.
Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai kejujuran sejak usia dini. Menurutnya, korupsi tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berawal dari kebiasaan kecil yang dianggap sepele, dari ketidakjujuran yang dibiarkan tumbuh tanpa koreksi.
“Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang berani berkata tidak terhadap segala bentuk kecurangan. Pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri,” Harapnya
Lebih lanjut, Dandim 0820/Probolinggo menyampaikan bahwa upaya pemberantasan korupsi juga selaras dengan delapan cita-cita besar pembangunan nasional atau Asta Cita Presiden. Mencegah korupsi berarti menjaga masa depan Indonesia agar tetap berada di jalur kemajuan, keadilan, dan kesejahteraan. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan integritas dan profesionalisme sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
(SF**)

