Nusantara News Probolinggo — Isu miring soal dugaan kaburnya SYD, oknum anggota LSM asal Desa Patemun Kulon, Kecamatan Pakuniran, akhirnya menemui titik terang. Kabar yang sempat berembus kencang bak angin pantai itu dipastikan tidak benar. Sejumlah aktivis turun tangan, meluruskan cerita yang terlanjur liar ke mana-mana.
SYD disebut-sebut masih terlihat jelas menghadiri sebuah acara di Pantai Bohay, Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, pada Senin (26/1). Bukan kabar burung, tapi kesaksian langsung dari mereka yang ada di lokasi.
“Tidak benar kalau SYD kabur, mas. Kemarin kami lihat sendiri dia hadir di Pantai Bohay Binor dalam sebuah acara,” Ujar salah satu aktivis yang enggan disebut namanya. Nada bicaranya tenang, seolah ingin mematahkan gosip yang sudah terlanjur berisik.
Pernyataan itu diamini aktivis lain yang juga berada di tempat yang sama. “Ya mas, betul. Saya juga melihat langsung,” Celetuknya singkat, tapi cukup untuk menampar isu yang sebelumnya menggelinding tanpa rem.
Isu dugaan kaburnya SYD sendiri mencuat setelah beredarnya status atau histori ponsel miliknya yang memperlihatkan dirinya berada di dalam pesawat, disertai tulisan “Jeu Lah” dalam bahasa Madura, yang berarti “sudah terbang jauh”. Sebuah frasa sederhana, tapi efeknya seperti petasan di tengah malam meledak dan memicu spekulasi.
Dari unggahan itu, sebagian pihak langsung berspekulasi bahwa SYD telah melarikan diri ke luar kota. Dugaan tersebut dikaitkan dengan kasus yang saat ini menjeratnya, yakni persoalan dugaan mengadaikan mobil rental pada orang Bucor Wetan, Kecamatan Pakuniran, yang kini telah ditangani aparat penegak hukum setempat.
Namun, klarifikasi dari para aktivis ini menjadi semacam air dingin di tengah panasnya isu. Fakta kehadiran SYD di acara publik dinilai cukup kuat untuk menepis anggapan bahwa ia kabur atau menghindari proses hukum.
Dengan klarifikasi ini, publik diharapkan lebih bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Sebab, tak semua yang terlihat di layar ponsel mencerminkan kenyataan. Kadang, sebuah status hanya sekadar status bukan tiket pelarian, bukan pula tanda kabur.
(MH**)

