Nusantara News Bulukumba, Seorang penagih utang dari lembaga pembiayaan mikro diduga menjadi korban penganiayaan saat menjalankan tugasnya di Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Selasa, 6 Januari 2026.
Korban yang diketahui berinisial SU, seorang perempuan, dilarikan ke puskesmas terdekat guna mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dideritanya.
Peristiwa tersebut terjadi saat SU menagih angsuran pinjaman kepada salah satu nasabah. Namun, penagihan tersebut berujung pada kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh salah seorang anggota keluarga dari nasabah bersangkutan.
Pelaku yang berjenis kelamin laki-laki diduga menyerang korban hingga menyebabkan luka lebam di beberapa bagian tubuh. SU diketahui bekerja sebagai karyawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekar, sebuah lembaga pembiayaan milik negara yang menyalurkan modal usaha bagi pelaku usaha ultra mikro, khususnya perempuan.
Kapolsek Ujung Loe, Iptu Rudi Adri Purwanto, yang dikonfirmasi Rabu, 7/11/2026 membenarkan adanya insiden tersebut dan menyampaikan bahwa saat ini kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan.
“Kasus ini sementara dalam proses penyelidikan karena kedua pelaku dan korban saling melapor,” ujar Iptu Rudi Adri Purwanto.
Pihak kepolisian telah memulai pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mendalami kronologi kejadian untuk mengetahui penyebab serta rangkaian peristiwa dugaan penganiayaan tersebut. Bukti-bukti juga terus dikumpulkan, dan para pihak yang terkait akan dipanggil untuk memberikan keterangan lebih lanjut.
Insiden ini mendapat perhatian publik karena menyangkut keselamatan petugas lapangan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Tugas sebagai penagih lapangan tidak jarang memicu potensi konflik, terutama saat menghadapi situasi penolakan atau keberatan dari debitur.
(RD**)

