Tingkatkan Kualitas Pembelajaran di MI, Dosen UNISMA Perkuat Keterampilan Guru di Malang

Redaksi

 

Nusantara News Malang — Upaya peningkatan kualitas pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (MI) terus menjadi perhatian serius kalangan akademisi. Menjawab kebutuhan tersebut, dosen Universitas Islam Malang (UNISMA) melalui Fakultas Agama Islam kembali menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengua  tan keterampilan guru MI di wilayah Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.


Program pengabdian ini diprakarsai oleh Dr. Bagus Cahyanto, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Agama Islam UNISMA. Melalui kegiatan pendampingan yang dirancang secara sistematis, para guru diajak untuk meningkatkan kapasitas profesional, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi. Pendekatan ini dinilai penting mengingat guru MI berada di garda terdepan dalam membentuk fondasi literasi dan karakter peserta didik.


Berlangsung di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, kegiatan ini tidak sekadar berorientasi pada transfer pengetahuan, melainkan menekankan proses pembelajaran yang dialogis dan partisipatif. Guru-guru MI dilibatkan secara aktif dalam diskusi, refleksi, serta praktik langsung pengembangan media pembelajaran. Suasana kegiatan yang cair dan kolaboratif mendorong peserta untuk berani mengeksplorasi gagasan baru tanpa rasa canggung atau takut salah.


Dalam pelaksanaannya, para guru diperkenalkan pada berbagai strategi pengembangan media pembelajaran yang kontekstual dengan karakteristik siswa MI. Teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), diposisikan sebagai sarana pendukung pedagogis yang dapat membantu guru merancang pembelajaran lebih variatif dan menarik. Pendekatan ini sekaligus membuka wawasan guru bahwa inovasi pembelajaran tidak selalu menuntut fasilitas yang rumit, tetapi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang terencana.


Dr. Bagus Cahyanto, M.Pd. menegaskan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran harus dimulai dari penguatan kapasitas guru. Menurutnya, guru yang memiliki literasi pedagogis dan teknologi yang baik akan lebih siap menghadirkan pembelajaran bermakna bagi siswa. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penanaman nilai-nilai karakter, agar pembelajaran tidak kehilangan ruh edukatifnya.


Respon positif terlihat dari antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Guru-guru MI mengakui bahwa pendampingan ini memberikan perspektif baru dalam memandang proses pembelajaran. Tidak sedikit peserta yang menyatakan lebih percaya diri untuk mengembangkan media pembelajaran secara mandiri dan berinovasi di kelas masing-masing setelah mengikuti kegiatan ini.


Kegiatan pengabdian ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen UNISMA dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dasar, diharapkan terbangun ekosistem pembelajaran yang saling menguatkan. UNISMA tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu, tetapi juga sebagai mitra strategis guru dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.


Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dikembangkan dengan jangkauan yang lebih luas serta materi yang lebih mendalam. Dengan penguatan keterampilan guru yang berkelanjutan, kualitas pembelajaran di MI diharapkan semakin meningkat, selaras dengan tuntutan zaman dan kebutuhan peserta didik. Dari Malang, ikhtiar kecil ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan Islam di tingkat dasar.

(FS**)