Nusantara News Probolinggo – Di bawah langit yang sedikit berawan seperti memberi isyarat hujan bakal datang , Pemerintah Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, menggelar kerja bakti membersihkan saluran air. Bukan sekadar rutinitas, tapi langkah nyata mengantisipasi musim hujan yang kerap datang tanpa aba-aba.
Perangkat desa dan masyarakat turun langsung, bahu membahu, tanpa jarak, tanpa sekat. Lumpur diangkat, sampah disingkirkan, saluran air yang sempat tersumbat kembali bernapas lega. Pemandangan ini seperti lukisan lama yang hidup kembali gotong royong yang mulai langka, kini berdiri tegak di Sumberanyar, seolah berkata ,"Kami masih peduli.
Kepala Desa Sumberanyar, Andika Prayogo, S.E., M.M., tampak menyatu di tengah warga. Tangannya tak hanya memberi arahan, tapi juga ikut bekerja. Ia mengapresiasi kekompakan semua pihak yang terlibat. Menurutnya, menjaga lingkungan bukan soal instruksi semata, melainkan kesadaran bersama yang tumbuh dari rasa memiliki.
“Kalau desa bersih, warga sehat. Kalau warga kompak, masalah jadi ringan,” Ujarnya, singkat tapi mengena, 4/2/2026.
Kerja bakti ini bukan hanya tentang membersihkan saluran air. Ia adalah simbol perlawanan terhadap banjir, terhadap penyakit, terhadap abai. Di sela keringat dan lumpur, terselip harapan bahwa Desa Sumberanyar akan tetap bersih, sehat, dan indah. Dan ketika hujan akhirnya turun, desa ini sudah siap menyambutnya, tanpa cemas, tanpa genangan.
Kebersihan lingkungan desa bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Desa semata tapi bersama yang dikonfigurasi dengan gotong royong.
Gotong royong merupakan budaya bangsa Indonesia yang tidak boleh luntur oleh kemajuan zaman digital. Rasa Egois harus kita abaikan untuk kepentingan bersama. Adapun kendala yang dihadapi adalah tempat pembuangan sampah akhir yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo agar kesadaran akan kebersihan lingkungan terjamin.
(MH**)


