Jelang Ramadhan TPU Way Halim Permai Dipadati Peziarah

Redaksi

 


Nusantara News Bandar Lampung - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Way Halim Permai terlihat ramai dikunjungi para peziarah, jelang datangnya bulan Suci Ramadhan 1447H . Selasa, 17 Februari 2026.


Deni (30th), salah satu petugas pemakaman di lokasi makam mengatakan, dua hari jelang Ramadhan ini para peziarah terus berdatangan sejak pagi. Mereka yang datang tidak hanya warga sekitar, tapi juga banyak dari daerah lain.


"Sudah dari pagi tadi banyak yang datang Pak. Mereka itu banyak juga yang datang dari luar Bandar Lampung dan lainnya," kata dia.


Tradisi 'Nyekar' atau tabur bunga jelang Ramadhan ini menjadi momen penting bagi keluarga untuk mendoakan sanak saudara yang telah berpulang sebelum memasuki bulan puasa. "Nyekar di pemakaman seperti ini sudah lazim dilakukan warga jelang bulan puasa dan Lebaran," jelasnya.


Dalam tradisi itu para peziarah terlihat membawa bunga, air mawar dan buku doa (surat Yasin). Mereka datang bersama keluarga dan kerabat, menciptakan suasana haru, khusyuk, sekaligus penuh kebersamaan di area pemakaman.


Indra Gunawan warga Natar misalnya, salah satu peziarah yang datang bersama ibunya mengatakan setiap tahun rutin datang bersama keluarga  untuk melaksanakan nyekar ke makam adiknya di pemakaman itu.


Kehadiran para peziarah di lokasi TPU Way Halim Permai  juga membawa berkah tersendiri bagi pra pedagang bunga musiman di lokasi pemakaman. 


Tidak sedikit warga di sekitar lokasi makam memanfaatkan momen tahunan ini untuk mendapatkan uang dari jasa berbagai kebutuhan untuk ziarah, seperti bunga, air mawar dan parkir di lokasi pemakaman.


Yuni (bukan nama sebenarnya), salah satu penjual bunga di lokasi mengatakan, penjualan bunga tabur dan air mawar meningkat dibandingkan hari biasa, karena banyak peziarah yang datang ziarah. "Alhamdulillah Bu, ramai," ujarnya penuh sukur.


Yuni mengaku menjual satu kantong plastik bunga tabur dia jual Rp.10 ribu rupiah. Padahal dihari biasa dia jual dengan harga Rp 5 ribu rupiah. "Dari sononya juga sudah mahal. Maklum kalau pas mau puasa gini susah barangnya," ungkapnya.


Petugas parkir  juga mendapat imbas dengan banyaknya peziarah, Randi,  warga sekitar yang membantu parkir juga mengaku mendapat rezeki dari peziarah. "Alhamdulillah, ada saja yang ngasih," kata mereka.


Melihat kondisi ramainya peziarah yang datang, petugas pemakaman mengimbau warga untuk tetap menjaga kebersihan dan ketertiban selama berziarah di area TPU Way Halim Permai, Mereka juga berharap tradisi nyekar ini terus bisa dilestarikan sebagai wujud penghormatan kepada leluhur serta memperkuat nilai spiritual masyarakat, khususnya bagi umat muslim. (Suherman )