Mubazir ! Teror Gizi Mengintai Anak Sekolah Probolinggo

Redaksi

 


Nusantara News Probolinggo - Probolinggo mendadak panas. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang jadi penyelamat generasi dan program Presiden Prabowo justru tersandung ironi pahit. Inisial "S" pemilik MBG sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo , secara terbuka mengeluhkan fakta mengejutkan, menu telur tak dimakan siswa. Kata “Mubazir” dan "Kita Panen Telur" meluncur tajam seperti alarm bahaya.


Keluhan itu bukan sekadar curhat. Ia menjelma sinyal darurat. Ketika makanan bergizi tak tersentuh, ada yang salah sejak dapur hingga meja belajar. Diduga ketiadaan mainpower memadai terutama ahli gizi menguat. Tanpa sentuhan profesional, menu terasa seperti komando tanpa strategi.


Sorotan kini mengarah ke SPPG SYAFIRA di bawah Yayasan Bintang Sembilan Indonesia Raya. Publik mempertanyakan perencanaan menu jalur yang benar. Gizi bukan sekadar angka di kertas, tapi soal rasa, kebiasaan, dan pendekatan. Tanpa itu, telur berubah jadi simbol kegagalan putihnya pucat, kuningnya tak bernyawa.


Program yang mestinya menyuburkan masa depan justru terancam menjadi ladang pemborosan. Uang negara menguap, niat baik tersendat, dan anak-anak kehilangan hak atas pangan yang benar-benar mereka terima. Jika dapur tak dipimpin keahlian, maka setiap porsi berpotensi jadi sia-sia. Denting sendok yang tak menyentuh piring itu terdengar nyaring sebuah peringatan keras.


Kini tuntutan mengeras dengan melakukan evaluasi menyeluruh dan menghadirkan ahli gizi, perbaiki mainpower, dengarkan selera dan budaya makan siswa. Jika tidak, MBG hanya akan jadi panggung ironi program megah yang diteror kenyataan, bergizi di proposal, mubazir di lapangan.


Saat pemilik MBG dikonfirmasi via WhatsApp oleh media tidak mengakui bahwa suara yang ada dalam video tersebut adalah suaranya dan tidak ikut serta dalam kegiatan pelayanan di SPPG,2/2/2026.


" Maaf ya.. saya ngak ikut cawe cawe di ompreng atau di masak atau di sekolah. Itu bukan suaraku. Tapi ngak pa pa pean juga bagus biar sppg itu berlomba lomba berusaha lebih baik. Fastabikul Khoirot itu penting. Trimakasih yaaaa" Katanya.

(MH**)