Bau Busuk Bangkai Ikan untuk Pakan Anjing Resahkan Warga dan Pedagang Pasar Tengah

Redaksi

 


Nusantara News Bandar Lampung – Sejumlah warga dan pedagang di kawasan Jalan Tanjung Pinang dan Jalan Bengkulu Pasar Tengah Kelurahan Gunung Sari Kecamatan Enggal Kota Bandar Lampung mengeluhkan bau tak sedap yang menyengat dalam beberapa bulan terakhir. 


Bau busuk tersebut diketahui bersumber dari aktivitas salah seorang warga penghuni Rumah Toko (Ahong) yang memberikan pakan bangkai ikan kepada hewan peliharaan jenis anjing miliknya.


Kondisi ini memicu keresahan, terutama bagi para pedagang makanan yang berjualan di sekitar lokasi. Bau amis yang sangat kuat dari bangkai ikan yang dibiarkan terbuka tersebut dianggap telah mengganggu kenyamanan pelanggan dan berpotensi menurunkan omzet penjualan mereka.


“Bau bangkainya sangat menusuk hidung, apalagi kalau tertiup angin. Pembeli jadi enggan mampir karena tidak tahan dengan aromanya,” ujar  imam  (55) thn, seorang pedagang Batu Akik di area tersebut, Jumat (20/3/2026).


Menurut penuturan warga, pemilik anjing tersebut kerap membawa limbah ikan atau bangkai ikan dalam jumlah banyak untuk dijadikan pakan. Sayangnya, proses penyimpanan dan pemberian pakan yang kurang higienis menyebabkan aroma busuk menyebar hingga ke pemukiman dan area publik.


Warga dan Pedagang setempat mengaku sudah mencoba memberikan teguran secara lisan, namun hingga kini belum ada perubahan yang berarti. Mereka berharap pihak berwenang, seperti Lurah Gunung Sari atau Dinas terkait, dapat segera turun tangan untuk memberikan pembinaan kepada pemilik hewan tersebut agar memperhatikan kebersihan lingkungan.


“Kami tidak melarang memelihara anjing atau memberinya makan, tapi tolong dipikirkan juga dampaknya bagi lingkungan sekitar. Jangan sampai hobi atau urusan pribadi merugikan orang banyak, apalagi kami di sini mencari nafkah” tambah warga lainnya.


Hingga berita ini diturunkan, warga berencana untuk membawa permasalahan ini ke pertemuan tingkat warga guna mencari solusi terbaik agar kenyamanan dan kebersihan lingkungan di kawasan tersebut kembali terjaga.

(Suherman)