Hadapi Puncak Arus Balik, Pelabuhan Bakauheni Siagakan Strategi Bongkar Muat Cepat Guna

Redaksi

 


Nusantara  News Lampung Selatan – Menghadapi puncak arus balik Lebaran 1447 H / 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni memperkuat operasional dengan menyiagakan strategi bongkar muat cepat guna memastikan kelancaran lalu lintas penyeberangan antar-pulau.


Berdasarkan data operasional PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) per tanggal 22 Maret 2026, fokus utama beralih pada kesiapan penanganan arus balik karena pergerakan penumpang kumulatif dari Jawa ke Sumatera telah mencapai angka puncak pada hari Lebaran. 


Statistik Penyeberangan Kumulatif (H-10 s/d Hari H),Hingga hari Lebaran (22 Maret 2026), total mobilitas di lintasan utama tercatat sebagai berikut:


Lintasan Merak–Bakauheni: Sebanyak 898.000 orang telah menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera.


Total Kendaraan (Kumulatif H-10 s/d H-1): Tercatat sebanyak 196.287 unit kendaraan telah menyeberang ke Sumatera.


PT. ASDP memaksimalkan frekuensi perjalanan kapal dengan mempercepat waktu bongkar muat di dermaga. Skema "Tiba Bongkar Berangkat" (TBB) disiagakan untuk mempercepat perputaran kapal saat terjadi kepadatan tinggi.


Sebanyak 57 hingga 75 kapal disiapkan untuk melayani lintasan Merak-Bakauheni selama 24 jam penuh guna mengimbangi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi meningkat sekitar 9,3% dibanding tahun sebelumnya.


"Kami menekankan penggunaan pola "Tiba Bongkar Berangkat" secara penuh pada dermaga-dermaga tertentu. Dalam pola ini, kapal yang tiba di dermaga akan segera membongkar muatan dan langsung berangkat kembali tanpa menunggu jadwal keberangkatan normal guna mempercepat sirkulasi kendaraan," Ujar Direktur Utama ASDP  Heru Widodo, minggu 22/3/2026.


Untuk mengatur alur masuk ke pelabuhan, sistem penyaringan kendaraan (Buffer Zone) dilakukan di beberapa titik, termasuk Rest Area KM 20B, KM 49B, KM 87B, dan Terminal Agribisnis Gayam. 


Di lokasi ini, petugas akan memastikan pengguna jasa telah memiliki tiket sebelum mendekati area pelabuhan. Pihak ASDP menegaskan bahwa tidak ada penjualan tiket langsung di pelabuhan. Seluruh pengguna jasa wajib melakukan reservasi tiket secara mandiri melalui aplikasi Ferizy atau kanal resmi lainnya paling lambat H-1 keberangkatan.


Langkah-langkah ini diambil untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan tertib bagi jutaan pemudik yang melintasi barometer penyeberangan nasional ini.

(Suherman)