Nusantara News Bandar Lampung – Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., memberikan instruksi khusus kepada seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Polda Lampung untuk memastikan kesiapan total dalam proses penerimaan terpadu anggota Polri Tahun Anggaran 2026.
Penekanan ini disampaikan dalam rapat koordinasi kesiapan panitia daerah yang berlangsung di Mapolda Lampung, Rabu (25/3/2026).
Irjen Pol. Helfi Assegaf menegaskan bahwa keberhasilan rekrutmen tingkat pusat sangat bergantung pada integritas verifikasi awal di tingkat Polres (Panitia Bantuan Penerimaan/Pabanrim). Ia meminta seluruh Kapolres untuk mengawasi langsung sarana prasarana serta personel yang bertugas di bagian pendaftaran.
"Polres adalah pintu pertama. Saya instruksikan para Kapolres untuk menjamin bahwa proses verifikasi berkas dan pemeriksaan administrasi awal dilakukan secara teliti, profesional, dan bebas dari pungutan liar," tegas Irjen Pol. Helfi Assegaf.
Dalam arahannya, Kapolda juga menyoroti empat poin utama kesiapan kewilayahan:
Pertama, Irjen Pol. Helfi Assegaf menginstruksikan adanya transparansi verifikasi. Fasilitas pendaftaran di setiap Polres harus terbuka bagi publik dan orang tua peserta untuk memantau langsung prosesnya, sehingga tidak ada ruang bagi kecurigaan maupun praktik pungutan liar.
Kedua, beliau memerintahkan sosialisasi masif hingga ke pelosok desa. Melalui peran Bhabinkamtibmas, informasi akurat mengenai pendaftaran Akpol, Bintara, dan Tamtama harus sampai ke tangan pemuda-pemudi di desa agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi sebagai anggota Polri.
Ketiga, penguatan moral dilakukan melalui penandatanganan Pakta Integritas. Komitmen bersama ini wajib ditandatangani oleh panitia, orang tua, dan peserta sebagai sumpah untuk menjalankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
Terakhir, Kapolda mendorong penerapan sistem jemput bola. Polres diminta proaktif membantu para calon peserta yang mengalami kesulitan teknis saat melakukan pendaftaran daring (online), guna memastikan tidak ada kendala administratif yang menghambat putra-putri terbaik daerah.
"Tujuan kita jelas, menghasilkan personel Polri yang unggul dan berintegritas. Semua itu dimulai dari proses seleksi yang jujur tanpa ada permainan," tegas Irjen Pol. Helfi Assegaf dalam arahannya kepada jajaran kewilayahan.
Pada kesempatan yang sama Wakapolda Lampung, Brigjen Pol. Drs. Sumarto, M.Si., yang turut hadir dalam rapat tersebut, menambahkan bahwa pengawasan internal dari Propam akan diperketat di setiap titik pendaftaran di Polres jajaran guna menutup celah praktik percaloan.
Masyarakat Lampung diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan oknum, baik anggota Polri maupun sipil, yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
"Masuk Polri gratis. Persiapkan fisik dan mental, karena yang meluluskan adalah kemampuan diri sendiri, bukan uang," tutup Wakapolda.
Saat ini, seluruh Polres di jajaran Polda Lampung telah membuka posko informasi dan verifikasi bagi calon pendaftar yang telah melakukan registrasi melalui laman resmi rekrutmen.polri.go.id.
(Suherman)

