Lama Rusak dan Terbiar, Warga Keluhkan Pagar Pembatas Jalan di Pusat Kota Bandar Lampung

Redaksi


Nusantara News Bandar Lampung – Fasilitas publik di pusat Kota Bandar Lampung kembali menjadi sorotan. Sejumlah pagar pembatas jalan di kawasan protokol dilaporkan mengalami kerusakan  selama kurun waktu yang cukup lama, namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan dari instansi terkait.


Berdasarkan pantauan jurnalis Media Nusantara News di lapangan, kerusakan terlihat jelas di dua titik vital. Titik pertama berada di Jalan Raden Intan, tepatnya di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tanjung Karang. Sementara titik kedua berada di depan kawasan pertokoan Golden, Jalan R.A. Kartini.


Kondisi pagar di kedua lokasi tersebut  pembatasnya sudah hilang. Selain merusak estetika tata kota, kerusakan ini dinilai membahayakan pengguna jalan dan pejalan kaki, Sebab banyak pengguna jalan yang menggunakan pagar rusak tersebut untuk menyebrang dan tidak menggunakan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).


Warga Bandar Lampung pun mulai menyuarakan kekecewaannya terhadap kinerja dinas terkait. Banyak yang menilai lambannya respons pemerintah menunjukkan kurangnya perhatian terhadap pemeliharaan fasilitas umum di jantung kota.


"Sudah lama sekali kondisinya rusak  begitu, tapi seperti dibiarkan saja. Padahal ini di pusat kota, malu dilihat orang luar yang berkunjung. Kami sangat menyayangkan kinerja instansi yang berwenang, seolah-olah tutup mata," ujar Kappy, salah seorang warga yang melintas di kawasan Jalan R.A. Kartini, Rabu(25/3/2026).


Keluhan serupa datang dari para pengemudi di Jalan Raden Intan. Pagar yang rusak seringkali membuat kawasan tersebut terlihat tidak tertib dan tidak teratur, karena pagar pembatas yang rusak digunakan untuk menyebrang yang tentunya mengganggu kendaraan yang melewati jalan tersebut.


Warga Bandar Lampung berharap Pemerintah Kota melalui dinas terkait dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan perbaikan. 


Keberadaan pagar pembatas tersebut sangat penting untuk menjamin ketertiban lalu lintas dan keamanan pejalan kaki agar tidak menyeberang di sembarang tempat.


"Harapannya segera diperbaiki, jangan tunggu ada kecelakaan baru bergerak. Ini fasilitas publik yang fungsinya sangat penting untuk keamanan kita semua," ujar Ndang, warga pasir gintung yang berdagang dipasar tengah Bandar Lampung.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak dinas terkait mengenai jadwal perbaikan fasilitas pembatas jalan di dua kawasan tersebut. 

(Suherman)