Nusantara News Bandar Lampung - Fasilitas publik Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terletak di ruas jalan protokol, tepatnya di Jalan Raden Intan, Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung, kini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Jembatan yang menjadi akses utama warga menuju pusat perbelanjaan seperti Ramayana dan Pasar Tengah ini dinilai membahayakan keselamatan pejalan kaki.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat 20 Maret 2026, kondisi fisik JPO tersebut tampak dimakan usia dengan berbagai kerusakan fatal
Bagian lantai jembatan yang terbuat dari pelat besi terlihat mulai menipis, berkarat dan keropos, bahkan di beberapa titik sudah berlubang. Hal ini membuat warga ekstra waspada saat melintas agar kaki tidak terperosok.
Pada bagian lain nampak atap kanopi hilang, Sebagian besar atap pelindung (kanopi) pada bagian tangga pertama dan kedua telah hilang atau rusak. Akibatnya, pengguna JPO langsung terpapar terik matahari maupun air hujan yang juga mempercepat proses korosi pada besi jembatan.
Sejumlah warga mengungkapkan kekhawatiran mereka. "Kondisinya ngeri, lantainya sudah bolong-bolong khawatir kalau dilewati. Apalagi kalau hujan, licin karena atapnya sudah tidak ada," ujar Andi warga Kebon jeruk Bandar Lampung yang setiap hari menggunakan JPO ini untuk menyebrang
Kondisi ini berbanding terbalik dengan hadirnya ikon baru "JPO Siger Milenial" yang baru saja diresmikan dan tampak megah. Warga berharap Pemerintah Kota Bandar Lampung segera mengambil tindakan perbaikan pada JPO-JPO lama di pusat kota Bandar Lampung demi kenyamanan dan keamanan publik.
Hingga saat ini, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai jadwal perbaikan untuk JPO di titik Jalan Raden Intan tersebut.
(Suherman)

