Nusantara News Probolinggo - Angin panas berembus dari arah timur. Masyarakat Jawa Timur bertanya-tanya kapan KPK benar-benar menjejakkan kaki ke Probolinggo. Isu dugaan penyimpangan dana hibah Jawa Timur tak lagi sekadar bisik-bisik warung kopi. Ia menjelma gema, memantul dari lorong kekuasaan hingga ke gang sempit warga.
Di tengah riuh itu, muncul dugaan yang tak kalah menggelitik, para pihak yang telah berstatus tersangka diduga memiliki sejumlah “Dapur MBG”. Istilah ini beredar liar seolah simbol dapur bayangan, tempat aliran dana disebut-sebut berputar, bersembunyi di balik aktivitas yang tampak biasa. Belum ada konfirmasi resmi, namun aromanya sudah lebih tajam dari sekadar spekulasi.
Warga mulai merangkai potongan cerita. Ada yang menyebut dapur-dapur itu bukan sekadar tempat memasak, melainkan simpul aktivitas ekonomi yang mencurigakan. Seperti api kecil di sekam, dugaan ini terus menyala pelan tapi pasti. Jika benar, maka perkara ini bukan lagi soal korupsi biasa, melainkan bisa mengarah pada (TPPU).
Presiden GAPKM,Juned ST angkat suara dalam pernyataannya, Ia menegaskan kesiapan pihaknya untuk membantu KPK membongkar kasus ini hingga ke akar.
“Kalau memang ada aliran dana yang disamarkan lewat berbagai aktivitas, termasuk yang disebut ‘Dapur MBG’, itu harus dibuka terang-benderang. Jangan ada lagi yang bermain di balik tirai,” Ujarnya tegas, 22/04/2026.
Menurut Juned, masyarakat sudah terlalu sering disuguhi janji tanpa ujung. Ia menilai, langkah konkret KPK sangat dinantikan untuk menguji kebenaran dugaan tersebut.
“Kami siap memberikan data, informasi, bahkan pendampingan di lapangan jika dibutuhkan. Ini bukan sekadar kasus hukum, tapi soal kepercayaan publik yang mulai retak,” Tambahnya.
Sementara itu, hingga kini belum ada jadwal resmi kapan KPK akan turun langsung ke Probolinggo. Namun tekanan publik kian menguat. Seolah jam pasir yang terus berjatuhan, waktu berjalan tanpa kompromi. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah KPK akan datang melainkan kapan dan sejauh mana mereka berani menguak lapisan yang selama ini tertutup rapat. Seperti yang diketahui bersama KPK sudah singgah di Sampang dan Bangkalan
Jika dugaan ini terbukti, maka cerita “Dapur MBG” bisa menjadi bab baru dalam peta korupsi daerah bab yang gelap, rumit, dan penuh kejutan serta di tengah ketidakpastian itu, satu hal jelas, publik sedang menunggu, dengan mata terbuka lebar.
(MH**)

