Nusantara News Bandar Lampung – Ketua Umum Forum Wartawan Peduli Budaya Nusantara (FWPBN), Suherman Masyhur, memberikan apresiasi tinggi terhadap proses kreatif penulisan buku cerita rakyat mengenai Legenda Sumur Putri.
Langkah ini dinilai sebagai upaya nyata insan literasi dan pendidikan dalam menjaga warisan budaya Lampung agar tetap lestari.
Dukungan tersebut disampaikan di sela-sela kegiatan pemotretan dan syuting ilustrasi untuk referensi visual buku tersebut yang dilaksanakan langsung di lokasi situs Sumur Putri, Teluk Betung Selatan,Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Lurah Teluk Betung Selatan Arif Yanuar,S.IP.,MH. dan Tokoh Adat Purwanto, serta disaksikan oleh warga setempat yang antusias melihat proses pendokumentasian legenda kebanggaan mereka.
Kisah Sumur Putri sendiri merupakan legenda yang sangat ikonik. Masyarakat meyakini bahwa sumur ini memiliki keramat; konon jika seorang Muli (gadis) atau Meghanai (pemuda) mandi di sana, mereka dipercaya akan segera mendapatkan jodoh.
Kepercayaan ini telah menyebar luas hingga ke luar wilayah Lampung.
Menariknya, karya ini lahir dari tangan dingin dua sosok pendidik, yaitu Dewi Astuti, S.Pd., Gr. ,Kepala TK Al Farabi, Kec. Way Halim Kota Bandar Lampung dan Pancaria Suheti, S.Pd. M.Pd.,Guru SDN 1 Sukarame 2, Teluk Betung Bandar Lampung.
Keterlibatan mereka menunjukkan sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan pelestarian budaya lokal.
Di lokasi syuting, suasana asri juga terpancar dari rimbunnya pohon Bambu Seribu, yang merupakan kontribusi dari Walikota Bandar Lampung, Ibu Eva Dwiana, dalam mempercantik kawasan wisata sejarah tersebut.
Suherman Masyhur berharap melalui buku ini, nilai-nilai luhur dan sejarah lokal dapat tersampaikan dengan menarik kepada generasi milenial dan Gen Z, sehingga identitas budaya Nusantara, khususnya Lampung, tidak hilang ditelan zaman.(Kelvin)

