May Day Probolinggo, Dari Alun-Alun Kraksaan, Kebersamaan Itu Terasa Nyata

Redaksi

 


Nusantara News Probolinggo, — Pagi itu, Alun-Alun Kraksaan seperti jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya. Ribuan orang tumpah ruah, bukan untuk saling berhadap-hadapan, tapi justru berdiri berdampingan. Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Probolinggo kali ini terasa hangat jauh dari kesan kaku, apalagi tegang, Jum'at (01/05/2026).


Acara ini dihadiri langsung oleh Forkopimda Kabupaten Probolinggo bersama APINDO, perwakilan serikat buruh, tenaga kesehatan, serta masyarakat luas. Semua berkumpul dalam satu ruang terbuka, satu suasana, satu irama seolah sekat yang biasa memisahkan perlahan menguap bersama embun pagi.


Alih-alih dipenuhi orasi panjang yang membakar emosi, peringatan May Day tahun ini justru dikemas lebih santai. Senam bersama menjadi pembuka. Musik berdentum, kaki melangkah, tangan bergerak dan entah kenapa, suasana terasa cair. Tawa-tawa kecil terdengar di sela gerakan, menciptakan harmoni yang jarang terlihat di momentum seperti ini.


Setelah itu, prosesi potong tumpeng menjadi momen yang paling ditunggu. Nasi kuning yang dipotong bersama seakan menjadi simbol sederhana, tapi dalam. Sebuah pesan diam-diam bahwa hubungan antara pemerintah, pengusaha, dan buruh tak harus selalu diwarnai tarik-ulur kepentingan. Bisa juga dirajut lewat kebersamaan, meski pelan-pelan.


Perwakilan serikat buruh yang hadir tampak menyatu dengan elemen lain. Tak ada garis tegas, tak ada jarak mencolok. Tenaga kesehatan pun ikut membaur, menambah warna dalam perayaan yang terasa inklusif ini.


May Day di Kraksaan kali ini seperti angin segar—tidak bising, tapi terasa. Tidak meledak-ledak, tapi meninggalkan jejak. Sebuah gambaran bahwa kolaborasi itu bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan sesuatu yang bisa dirasakan, disentuh, bahkan dirayakan bersama.


Di tengah riuh yang sederhana itu, satu hal terasa jelas, kebersamaan bukan lagi wacana. Ia hadir, berdiri di tengah alun-alun, dan menyapa siapa saja yang mau percaya.

(MH**)