Nusantara News Jember - Bupati Jember, Gus Fawait untuk membawa kabar mengenai dukungan dari pemerintah pusat untuk kabupaten Jember. Setelah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kementerian di Jakarta pada Rabu (28/10/2026), Gus Fawait menyebut Jember memperoleh dukungan anggaran senilai kurang lebihnya 500 miliar Rupiah untuk sektor kesehatan, kelautan dan perikanan, serta peternakan.
Gus Fawait, menyampaikan dukungan dana tersebut bertujuan untuk revitalisasi fasilitas kesehatan dengan nilai sekitar 400 miliar Rupiah. Program tersebut pemerintah rencanakan mulai berjalan pada tahun 2027, mencakup untuk revitalisasi Puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Jember.
Gus Fawait menambahkan, dukungan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat fasilitas kesehatan di daerah. Ia menyebut kepastian mengenai program itu ia peroleh setelah bertemu dengan dua wakil menteri kesehatan, yakni Benyamin Paulus Octavianus dan Dante Saksono Harbuwono.
Revitalisasi tersebut ia harapkan bisa memperkuat pelayanan kesehatan yang selama ini menjadi salah satu program Pemerintah Kabupaten Jember.
Berdasarkan data per 1 Oktober 2026, cakupan Universal Health Coverage (UHC) Jember mencapai 98,69 persen atau 2.613.815 jiwa dari total penduduk sebanyak 2.648.587 jiwa.
Selain UHC, pemerintah kabupaten menjalankan layanan Home Care dengan konsep dokter keluarga bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah. Program ini mendapat dukungan 50 unit kendaraan, terdiri atas 10 mobil baru dan 40 kendaraan alih fungsi dari organisasi perangkat daerah dan kecamatan.
Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan bertugas secara bergiliran untuk memberikan pelayanan selama 24 jam. Layanan gratis tersebut menyasar warga kurang mampu, lansia dengan penyakit kronis, ibu hamil berisiko tinggi, penyandang disabilitas, serta balita yang mengalami stunting.
Pemerintah Kabupaten Jember juga meluncurkan Mobil Cinta pada 8 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan dua tahun pelaksanaan UHC. Layanan transportasi gratis ini ditujukan bagi pasien kurang mampu atau peserta UHC kelas III yang telah dinyatakan sehat dan layak pulang oleh dokter.
Sebanyak 38 unit kendaraan disiapkan untuk program tersebut. Saat peluncuran, 31 unit telah tersedia, sedangkan tujuh unit lainnya direncanakan menyusul. Mobil Cinta berfungsi mengantarkan pasien dari rumah sakit ke rumah masing-masing, bukan untuk penanganan kegawat daruratan medis seperti ambulans.
Selain kesehatan, Fawait menyampaikan hasil koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pemerintah Kabupaten Jember disebut memperoleh kesempatan untuk mengakses bantuan bagi nelayan laut dan pelaku perikanan air tawar. Bantuan berupa peralatan untuk mengoptimalkan hasil perikanan itu diperkirakan bernilai sekitar 100 miliar Rupiah.
“Ini adalah kado di Hari Sumpah Pemuda untuk Kabupaten Jember. Perhatian Presiden Prabowo kepada daerah tidak perlu diragukan lagi,” ucap Fawait.
Gus Fawait juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian mengenai rencana bantuan bagi peternak unggas, domba, dan sapi pada 2026–2027. Menurut dia, penguatan sektor peternakan penting karena banyak pelaku usaha tersebut tinggal di wilayah pedesaan.
Ia berharap bantuan pemerintah pusat dapat meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus memperkuat pendapatan masyarakat desa. Dengan demikian, dukungan bagi sektor kesehatan dan usaha produktif bupati harapkan tidak hanya memperluas akses pelayanan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan di Jember.
Berdasarkan data terhimpun, kabupaten Jember memiliki 50 Puskesmas yang tersebar di 31 kecamatan. Sementara itu, terdapat tiga rumah sakit daerah yang dikelola pemerintah kabupaten, yakni RSD dr. Soebandi di Kecamatan Patrang, RSD Balung, dan RSD Kalisat.
(Sam)


