Nusantara News Jember— Perum Bulog Kantor Cabang Jember mencatatkan kinerja positif dalam penyerapan gabah masyarakat pada tahun 2026. Hingga semester pertama, capaian serapan gabah Bulog Jember telah melampaui target tahunan yang ditetapkan.
Pimpinan Cabang Bulog Jember, Ade Saputra,pada hari Senen 19/10/2026 menyampaikan bahwa total penyerapan gabah di wilayah Jember pada tahun 2026 telah mencapai 183.000 ton, atau setara dengan 98.000 ton beras. Jumlah tersebut jauh melampaui target sepanjang tahun 2026 yang berada di angka 167.000 ton gabah atau setara 84.000 ton beras.
"Secara persentase, capaian serapan target kita untuk tahun 2026 sampai hari ini sudah mencapai sekitar 113 persen. Bahkan target ini sebenarnya sudah berhasil kita penuhi sejak bulan Juni lalu pada semester pertama," ujar Ade Saputra saat memberikan keterangan kepada insan pers.
Meski target telah terlampaui, Ade menegaskan bahwa Bulog Jember tidak berhenti dan tetap terus membuka pintu penyerapan gabah hingga akhir tahun. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
"Kita masih tetap melakukan penyerapan sampai akhir tahun. Ketika harga gabah di lapangan mengalami penurunan atau kenaikan, Bulog siap membeli dari petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP)," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ade mengungkapkan bahwa rata-rata harga pembelian gabah di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp6.500 per kilogram.
Menurutnya, penyerapan yang maksimal dari Bulog sangat penting untuk menopang Kesejahteraan Petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Kekuatan pangan Indonesia ini merupakan hasil jerih payah dan keringat para petani kita. Oleh karena itu, kita harus terus mendukung mereka," tambahnya.
Sementara itu, untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran, Bulog Jember terus menyalurkan beras program Stabilitasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Untuk beras kualitas medium, Harga Eceran Tertinggi (HET) ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram.
Secara nasional, penyerapan beras oleh Bulog juga menunjukkan angka yang signifikan, yakni telah menembus lebih dari 4 juta ton per akhir September. Menghadapi tantangan cuaca ekstrem seperti El Nino yang berdampak pada perairan dan pengairan lahan pertanian, Ade mengimbau para petani untuk tetap semangat dan fokus dalam meningkatkan produktivitas.
"Pemerintah terus mengucurkan berbagai bantuan untuk mendukung hasil produksi pertanian demi tercapainya swasembada pangan. Kami berharap petani, khususnya di wilayah Jember, tetap optimistis," tuturnya.
Saat ini, pihak Bulog Jember juga telah bersiap menyusun strategi dan perencanaan untuk melanjutkan program penyerapan gabah pada tahun anggaran berikutnya,tuturnya.
(Sam)

