Nusantara News Probolinggo - Sinergitas antara Pemerintah Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur terus diperkuat. Kolaborasi tersebut terlihat dalam Workshop Penguatan Sarana Usaha Nelayan Kabupaten Probolinggo yang digelar di IPPP Sumberanyar, Paiton, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan IPPP Sumberanyar itu diikuti empat Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan penerima bantuan mesin. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala IPPP Mayangan, Momot, sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat sarana usaha sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sumberanyar Andika Prayogo, SE, MM, Nonot Widjajanto, S.Pi., M.Agr., perwakilan DKP Provinsi Jawa Timur, Muhammad Su’udi selaku Koordinator IPPP Paiton, serta jajaran TNI AL dan instansi terkait.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Kapten Laut Pelaut Jumadi selaku Komandan Pos TNI AL Paiton, Lettu Laut Pelaut Dimas Gunawan selaku Pandemalat Lapbak TNI AL Paiton, Bahrul Ulum Al-Alam, S.Pi. selaku Kepala UPT IPPP sekaligus perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo. Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi gambaran bahwa penguatan sektor nelayan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, aparat, pemerintah desa dan masyarakat.
Muhammad Su’udi dalam kesempatan tersebut mengingatkan para penerima agar bantuan mesin pemerintah dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Ia meminta jangan sampai bantuan justru menimbulkan persoalan atau konflik antarnelayan.
“Bantuan ini harus digunakan sebagaimana mestinya. Jangan sampai terjadi masalah antar nelayan terkait bantuan tersebut. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah provinsi peduli terhadap nelayan,” Ujarnya.
Menurutnya, bantuan tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi aktivitas usaha dan peningkatan ekonomi nelayan.
Sementara itu, Kepala Desa Sumberanyar , Andika Prayogo SE,MM mengajak penerima bantuan memperlakukan mesin tersebut seperti milik sendiri sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang untuk menunjang aktivitas melaut dan mencari nafkah.
“Kami berharap bantuan ini dirawat seperti milik sendiri sehingga bisa terus digunakan untuk mencari nafkah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan Desa Sumberanyar,” Tuturnya.
Andika menegaskan, sinergitas antara pemerintah desa dan instansi terkait tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus membuka ruang agar keberadaan IPPP dapat berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD) untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia.
Andika juga berharap dukungan pemerintah ke depan tidak hanya berupa mesin, tetapi dapat berkembang pada bantuan perahu maupun perlengkapan keamanan dan keselamatan nelayan.
Hal senada disampaikan Jumadi yang mengingatkan pemilik perahu agar melengkapi seluruh dokumen yang diperlukan dalam aktivitas penangkapan ikan, termasuk perlengkapan keselamatan.
Di sisi lain, Dimas Gunawan menyatakan kesiapannya memberikan bantuan sembako kepada nelayan apabila ada kegiatan latihan tembak siswa TNI AL tidak memungkinkan mereka melaut . Dukungan tersebut diharapkan menjadi bagian dari jaring pengaman bagi nelayan ketika aktivitas mencari ikan ada kegiatan latihan tembak.
(MH**)


