Nusantara News Probolinggo - Balai Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, pagi itu menjadi saksi keseriusan pemerintah desa dalam menata masa depan. Di hadapan perangkat desa, pendamping, unsur TNI, dan perwakilan kecamatan, proses Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2026 digelar dengan nada optimistis dan penuh keyakinan.
Kepala Desa Sumberanyar, Andika Prayogo,S.E., menegaskan bahwa APBDes bukan sekadar dokumen formal.
“Anggaran Desa harus menjawab kebutuhan warga, bukan sekadar memenuhi administrasi,” Ujarnya lantang saat membuka forum. Ia menekankan, setiap rupiah yang direncanakan wajib punya arah dan dampak yang jelas, 19/12/2025.
Menurutnya, perencanaan anggaran tahun 2026 difokuskan pada sektor prioritas. Ia menyebut pendidikan, kesehatan, dan penguatan tata kelola pemerintahan sebagai fondasi utama. “Kalau fondasinya kuat, desa bisa berlari lebih kencang", Tegasnya.
Kehadiran unsur TNI dalam forum tersebut juga memberi pesan tersendiri. Seorang perwakilan menyampaikan secara singkat bahwa sinergi lintas sektor penting untuk menjaga stabilitas dan kelancaran pembangunan desa. Ia menilai, kebersamaan seperti ini adalah modal sosial yang tak ternilai.
Dari pihak kecamatan, apresiasi pun disampaikan. Perwakilan Kecamatan Paiton menyebut Sumberanyar sebagai desa yang konsisten membangun perencanaan dari bawah. Ia mengatakan, ketika desa berani terbuka dan rapi sejak awal, pelaksanaan di lapangan akan jauh lebih mudah.
Diskusi berjalan dinamis. Usulan demi usulan mengalir, dibahas tanpa tergesa. Tak ada suara yang ditinggikan, tapi semua pendapat dicatat. APBDes 2026 pun pelan-pelan terbentuk, bukan sebagai angka mati, melainkan sebagai peta jalan harapan.
Dari meja panjang balai desa itu, Sumberanyar mengirim pesan sederhana tapi tegas, pembangunan bukan janji kosong. Ia dirancang bersama, diawasi bersama, dan kelak dipertanggungjawabkan kepada warga.
(MH**)

