Nusantara News Bandar Lampung - Wakil Gubernur Lampung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengakselerasi pembangunan Kawasan Industri Halal (KIH) langkah ini diambil guna mengubah posisi Lampung dari sekadar pasar konsumen menjadi produsen utama dalam rantai pasok industri halal global.Hal tersebut disampaikan Wagub Jihan Nurlela mewakili Gubernur Lampung dalam acara Talk Show Kawasan Industri Halal Tahun 2026 bertemakan " Akselerasi Kawasan Industri Halal Mewujudkan Lampung Sebagai Pusat Produk Halal Berkualitas" yang di gelar di Gedung Pusiban Jumat (30/1/2026).Dalam sambutannya, Wagub Jihan Nurlela menyoroti besarnya demograpi potensi muslim di Indonesia yang mencapai 93 persen. Menurutnya, angka ini merupakan modal besar namun juga tantangan bagi daerah untuk tidak hanya menjadi penonton dipasar sendiri. Pertanyaannya sederhana, Apakah kita mau selamanya kita menjadi pasar, atau kita ingin naik kelas menjadi produsen utama? Dengan populasi muslim yang mencapai 2,1 miliyar jiwa dan populasi muslim indonesia mencapai 250 juta jiwa atau 11 persen populasi muslim dunia, artinya 11 persen tersebut merupakan peluang bagi kita untuk menjadi kiblat dari pengembangan produk halal dunia," Ujar Wagub Jihan Nurlela.
Sebagai strategi konkret Wagub Jihan Nurlela memaparkan Pemerintah Provinsi Lampung tengah mendorong pengembangan kawasan industri berbasis Agro di beberapa titik strategis antara lain Way Pisang di LampungSelatan,Kawasan Industri di Tanggamus,Rejo Sari di Natar dan Negeri Katon di Pesawaran.Kawasan-kawasan ini diproyeksikan menjadi ekosistem halal yang hidup dan terintegrasi,mempertemukan petani, pelaku industri, UMKM, hingga pasar dalam satu manajemen."Perlu perencanaan yang rapi (organized) seluruh hal yang baik , infrastruktur yang siap kerjasama lintas sektor, dan yang paling penting adalah kosistensi,' pungkasnya
Wagub Jihan Nurlela menekankan pentingnya hilirisasi komoditas unggulan lampung, Seperti pertanian, perikanan, peternakan agar memiliki nilai tambah ekonomi. Terkait kewajiban sertifikasi halal yang akan berlaku penuh mulai 26 oktober 2026, Wagub Jiham Nurlela menghimbau pelaku usaha untuk melihat regulasi sebagai peluang ekspansi pasar, bukan beban administrasi. Jepang saja ekspansinya sudah luar biasa, itu hanya karena peningkatan wisatawan, Kemudian ada imigran yang juga ada disitu, itu menstimulus pemerintahnya untuk fokus terhadap pengembangan atau ekspansi produk halal di jepang, kalau kita sudah punya SDMnya, ekosistemnya, mengapa tidak seperti itu,' imbuhnya.
Pemerintah Provinsi Lampung memastikan akan terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan visi lampung sebagai pusat produksi halal yang berdaya saing global. Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan mendorong reformasi total dalam cara pandang Indonesia terhadap industri halal. Haikal menegaskan bahwa halal harus ditempatkan sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional ( Growt Ekonomic Engine) bukan semata mata kepatuhan administratif keagamaan.
Dalam paparannya, Haikal menyoroti ironi dimana negara dengan populasi muslim terbesar didunia seperti Indonesia justru tertinggal dari negara negara non muslim dalam hal produksi produk halal. Ia memaparkan data bahwa tiga negara produsen produk halal dunia saat ini juatru dipegang Cina, Brazil dan Amerika Serikat.Kenapa tiga negara besar tersebut merajai halal dunia ? Cina ditahun 70a dan 80an sudah riset bahwa yang akan menumbuhkan ekonomi mereka adalah produk halal. Maka tidak heran di Mekkah, Madinah, hingga Dubai. Pasar dibanjiri produk Made in China,' ujar haikal
Haikal menekankan strategi simflikasi untuk mengejar ketinggalan tersebut, Ia mendorong pemangku kepentingan untuk melakukan strategi adaptasi langsung ( copy- paste) dari keberhasilan negara-negara tersebut tanpa terjebak dalam riset berbelit-belit. "Presiden kita Bapak Prabowo Subianto mengatakan negara kita harus berdiri dikaki sendiri berdaulat secara ekonomi, jangan kita mencari pasar, Aneh jika warteg kita tidak halal. Keripik kita dibeli dari Singapura hanya karena label halalnya," tegas haikal.Lebih lanjut, Haikal memaparkan bahwa kancah global, definisi halal telah bertransformasi menjadi simbol peradaban moderen.DiNegara-negara seperti Korea selatan dan Rusia dimaknai sebagai double clean ( jaminan kebersihan ganda ),elite food (makanan berkualitas) dan standar kepuasan pelanggan (customer satisfaction).
Untuk mewujukan Indonesia sebagai produsen halal global, BPJPH terus mendorong program - program konkret didaerah, termasuk di Provinsi Lampung. Salah satunya program 'Satu Desa Dua Juleha' (juru sembelih halal) untuk memastikan kehalalan dari sektor hulu, serta percepatan sertifikasi halal UMKM melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia dan perbankan lainnya.Dalam kegiatan tersebut dilakukan juga penyerahan hibah lahan secara simbolis oleh Wagub Jihan Nurlela kepada Kepala BPJPH Haikal Hasan. Lahan tersebut merupakan aset tanah Pemerintah Provnsi Lampung,Tepatnya berada di kawasan Kota Baru dengan luas 1 hektare. Untuk pembangunan kantor BPJPH wilayah Lampung.
(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)/Suherman**.

