Nusantara News Bandar Lampung - Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengaku kunjungan Wamendagri dilakukan secara mendadak, yang dijadikan Duta Momentum Evaluasi bagi jajarannya.
“Kami berterima kasih atas kunjungan Pak Wamen. Ini jadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja ASN di Bandar Lampung,” kata dia.
Saat ini, Pemkot Bandar Lampung baru menerapkan WFH sebesar 20 persen. Namun ke depan, angka tersebut akan ditingkatkan secara bertahap.
“Insyaallah minggu depan akan kami evaluasi kembali. Targetnya bisa mencapai 50 persen sesuai arahan pemerintah pusat,” tandasnya.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk memantau pelaksanaan transformasi budaya kerja aparatur sipil negara (ASN), khususnya penerapan skema kerja fleksibel berbasis lokasi atau work from home (WFH) yang didampingi Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana pada Jumat (10/4).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800 tentang trasformasi budaya kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah.
Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan kepala daerah diminta menerapkan sistem kerja kombinasi, yakni work from office (WFO) dan WFH, guna meningkatkan efisiensi serta efektivitas kinerja ASN tanpa mengganggu pelayanan publik.
"Di Mal Pelayanan Publik, seluruh loket tetap beroperasi normal, Tidak ada pengurangan layanan masyarakat tetap terlayani dengan baik,” tegasnya.
Ia juga memastikan sejumlah sektor vital seperti layanan kesehatan, pemadam kebakaran, dan unit kedaruratan tetap beroperasi penuh dan tidak terdampak kebijakan WFH.
(Suherman)

