Nusantara News Bandar Lampung — Peredaran narkotika yang kian marak di Provinsi Lampung memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan, khususnya lembaga penggiat Narkoba yang bergerak di bidang pemberantasan dan pencegahan barang haram tersebut.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Brantas Narkotika Maksiat Republik Indonesia (DPP BNM RI) Fauzi Malanda,RDB.,SH. secara tegas menyatakan komitmennya untuk terus memerangi peredaran narkoba dan kemaksiatan demi menyelamatkan generasi muda.
Pendiri sekaligus Ketua Umum BNM RI, Fauzi Malanda RDB,SH. menegaskan bahwa perjuangan organisasinya didasari oleh ikrar suci saat pendirian lembaga. Kendati bergerak secara mandiri tanpa menyentuh Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) maupun bantuan dana dari pemerintah, BNM RI tetap konsisten menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
"Kami bekerja sesuai tupoksi dan janji suci kepada Allah SWT. Bagi kami, membiarkan generasi muda hancur oleh narkoba tanpa berbuat apa pun adalah sebuah dosa besar karena kami terikat pada ikrar pendirian organisasi," ujar Fauzi Malanda dalam keterangan Pers. Rabu,20/5/2026.
Namun, di tengah perjuangan tersebut, BNM RI menyayangkan masih adanya celah hukum yang diduga kuat dimanfaatkan oleh oknum aparat penegak hukum untuk membebaskan para pelaku narkoba. Fauzi menyoroti fenomena bebasnya tersangka narkoba dengan berbagai dalih, yang menurutnya sudah menjadi rahasia umum akibat praktik transaksional atau jual beli perkara.
Menurut Fauzi, tindakan membebaskan tersangka narkoba merusak rasa keadilan dan sama sekali tidak memberikan efek jera. Jika praktik ini terus dibiarkan, cita-cita Indonesia untuk bebas dari narkoba tidak akan pernah tercapai.
Ia bahkan melontarkan kritik satir dengan menyebut institusi atau oknum yang terlibat dalam praktik tersebut lebih cocok berganti nama menjadi "Lembaga Pencetak Uang dari Tersangka" (LPUT).
"Bagaimana republik ini bisa bebas dari narkoba jika institusi dan oknum di dalamnya justru melakukan jual beli untuk membebaskan pelaku dari jerat hukum? Ini sangat kami sayangkan karena jelas ada pihak yang diuntungkan dari peredaran narkoba ini," cetus Fauzi.
Merespons kondisi yang memprihatinkan ini, Ketua Umum BNM RI meminta dengan tegas kepada pimpinan tertinggi POLRI untuk memperketat pengawasan terhadap personel di lapangan. Ia mendesak agar tindakan tegas, termasuk pencopotan jabatan, segera dilakukan terhadap oknum-oknum yang terbukti bermain-main dengan hukum dan membela bandar atau pengedar narkoba.
Di akhir pernyataannya, Fauzi menegaskan bahwa BNM RI siap berdiri di garda terdepan sebagai mitra bersih institusi POLRI untuk menyinkronkan gerakan pemberantasan narkoba yang transparan, jujur, dan bebas dari kolusi serta nepotisme di bumi Lampung.
(Suherman**)

