Nusantara News Probolinggo — Pemerintah Desa Sumberanyar bersama Pemerintah Kecamatan Paiton menggelar kerja bakti massal untuk membersihkan lingkungan, Selasa (26/5/2026). Kegiatan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi banjir dan penyebaran penyakit di tengah kondisi cuaca yang dinilai semakin tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir.
Kerja bakti tersebut melibatkan perangkat desa, aparatur kecamatan, RT/RW, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar. Mereka tampak membersihkan saluran air, memotong rumput liar, mengangkut sampah, serta membuka drainase yang tersumbat agar aliran air tetap lancar saat hujan deras turun.
Kepala Desa Sumberanyar, Andika Prayogo, mengatakan kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan kesadaran bersama seluruh masyarakat. Menurutnya, budaya gotong royong harus terus dijaga sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan warga.
“Kerja bakti ini bukan hanya soal membersihkan sampah, tetapi bagaimana kita membangun kesadaran bersama agar lingkungan tetap sehat, nyaman, dan aman dari ancaman banjir maupun penyakit,” Ujar Andika Prayogo.
Ia menilai perubahan cuaca yang sulit diprediksi menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sekitar. Saluran air yang tersumbat dan tumpukan sampah, kata Dia, sering menjadi penyebab utama genangan hingga munculnya penyakit saat musim hujan datang.
“Kalau lingkungan bersih, masyarakat juga sehat. Jangan menunggu banjir atau wabah penyakit datang baru bergerak. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan,” Katanya.
Andika juga menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat kekompakan antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, gotong royong bukan hanya tradisi lama, tetapi kekuatan sosial yang harus terus dirawat di tengah kehidupan masyarakat modern yang semakin individualistis.
Sementara itu, pihak Kecamatan Paiton mengapresiasi antusiasme warga yang ikut turun langsung dalam kegiatan tersebut. Pemerintah berharap kegiatan serupa dapat rutin dilakukan sebagai langkah nyata menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari potensi bencana.
Dengan membawa alat kebersihan seadanya, warga tampak kompak bekerja dari pagi hingga siang hari. Semangat kebersamaan yang terlihat dalam kerja bakti itu menjadi gambaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi menciptakan desa yang sehat dan nyaman untuk semua.
(MH**)


