Nusantara News Bandar Lampung – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang jatuh pada Rabu, 20 Mei 2026, Ketua Umum Brantas Narkotika Maksiat (BNM RI), Fauzi Malanda, RDB, SH., menegaskan komitmen penuh lembaga pegiat anti narkotika dalam memproteksi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya.
Dalam pernyataan resminya, Fauzi Malanda menyampaikan bahwa momentum Harkitnas tahun ini harus dimaknai sebagai titik balik keberanian bangsa untuk melangkah maju dan membersihkan diri dari segala bentuk pengaruh negatif yang merusak moral tunas bangsa.
"Momentum kebangkitan adalah keberanian untuk melangkah maju, beradaptasi dengan perubahan, dan terus tumbuh bersama. Kita harus membentengi anak cucu kita agar masa depan Indonesia lebih tangguh dan berdaulat," ujar Fauzi, Rabu (20/5)
Komitmen Melindungi Tunas Bangsa
BNM RI menekankan bahwa kedaulatan negara sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya.
Fauzi menyoroti bahwa narkotika adalah "penjajah modern" yang mampu melumpuhkan potensi bangsa tanpa melalui kekuatan senjata.
Visi Utama: Membangun masa depan Indonesia yang tangguh tanpa ketergantungan zat terlarang.
Aksi Nyata: Memperkuat edukasi dini dan pengawasan terhadap peredaran gelap narkoba.
Sinergi: Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bangkit dengan semangat baru dalam pemberantasan maksiat.
Seruan untuk Masyarakat
Menutup keterangannya, Ketua Umum BNM RI Fauzi Malanda, RDB.,SH. memberikan ucapan selamat bagi seluruh rakyat Indonesia yang merayakan hari bersejarah ini. Ia menekankan pentingnya persatuan dalam menjaga kedaulatan negara dari ancaman narkoba.
"Mari kita bangkit! Selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118. Jaga tunas bangsa, demi kedaulatan negara. Katakan tidak pada narkoba!" tegasnya.
Peringatan Harkitnas kali ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh institusi dan keluarga di Indonesia untuk tetap waspada terhadap peredaran zat adiktif yang semakin masif, guna mewujudkan visi Indonesia Emas Bebas Narkoba di masa depan.
(Suherman)

