Nusantara News Jember – Gelaran Pekan Olahraga Daerah (Popda) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Jember tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat serta persaudaraan.
Kejuaraan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang seleksi bagi para atlet pencak silat muda di Kabupaten Jember.
Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jember, Jono Wasinudin, menyampaikan bahwa ajang ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.
Kita selalu menanamkan rasa persaudaraan pada adik-adik dengan membuat kegiatan melalui pencak silat. Alhamdulillah hari ini dipertandingkan dan pencak silat di Jember sudah semakin diminati masyarakat. Ada sekitar 11 perguruan pencak silat yang ikut serta, ujar Jono Wasinudin,pada hari Minggu 27/9/2026.
Ia menambahkan bahwa di PSHT membuktikan pembinaan prestasi dan penanaman SDM berjalan beriringan. Pencak silat adalah sarana pengikat persaudaraan.
Kita mengajarkan bagaimana menghormati sesama, menyayangi adik-adik, dapat dipercaya, serta memiliki rasa tanggung jawab.
Jika ajaran sudah dipegang teguh, insyaAllah prestasi akan mengikuti," tambahnya.
Sementara itu, pelatih dari IPSI Jember dan organisasi PSHT, Bayu Mardika Dinarta, S.Pd., menjelaskan mengenai proses pembinaan dan persiapan para atletnya.
Pihaknya konsisten menjalankan program latihan secara maksimal jauh sebelum kejuaraan dimulai.
Adapun perolehan medali Popda IPSI Kabupaten Jember Tahun 2026 antara lain:
Juara Umum 1: PSHT dengan perolehan medali (4 emas, 4 perak, 3 perunggu)
Juara Umum 2: Tapak Suci dengan perolehan medali (4 emas, 2 perak, 3 perunggu)
Juara Umum 3: Satria Alap-Alap dengan perolehan medali (4 emas, 1 perak)
Menanggapi hasil tersebut, Bayu Mardika mengungkapkan bahwa persaingan antarperguruan kini semakin imbang.
"Kami mempersiapkan atlet dengan matang. Hasil ini menjadi modal untuk mewakili IPSI Kabupaten Jember pada ajang Popda Jawa Timur yang akan datang di Ngawi. Kami berharap ada dukungan maksimal dari pemerintah daerah untuk menunjang program latihan atlet," kata Bayu.
Bayu juga mengakui bahwa mempertahankan prestasi di tingkat provinsi merupakan tantangan yang sangat berat. Pada Popda Jatim 2022, kontingennya berhasil meraih 3 medali emas dan menduduki posisi Juara Umum 2 di bawah Surabaya. Namun, pada tahun 2024 perolehan medali sempat menurun menjadi 1 emas.
Mempertahankan prestasi itu sangat sulit karena persaingan dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sangat ketat. Untuk Popda 2026 ini, kami tidak memasang target yang muluk-muluk, menyumbang 1 medali emas saja sudah sangat bagus. Meski begitu, kami tetap optimis bisa memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Jember," pungkasnya.
( Sam)

