Nusantara News Probolinggo, – Cahaya kasih menyelimuti Rumah Kepala Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Dalam suasana penuh haru dan kebahagiaan, Tim Penggerak PKK Desa Sumberanyar menggelar acara Santunan Anak Yatim sebagai wujud kepedulian dan cinta kasih dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum sakral untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW , Sang Nabi yang penuh kasih terhadap anak yatim. Diiringi lantunan shalawat dan doa puluhan anak yatim dan yatimah tampak tersenyum bahagia menerima santunan dan perhatian dari pemerintah desa serta para ibu PKK yang penuh cinta.
Kepala Desa Sumberanyar, Andika Prayoga, S.E., M.M., bersama Ketua TP PKK, Lani Dwi Wijayanti hadir langsung dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Kades Andika menuturkan bahwa santunan ini bukan sekadar pemberian materi, tetapi bentuk nyata kepedulian dan kasih sayang yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
“Kita belajar dari Nabi Muhammad SAW, bagaimana beliau begitu mencintai anak-anak yatim. Kita ingin membagikan kebahagiaan kepada anak yatim / yatimah agar mereka merasa tidak sendiri. Desa Sumberanyar akan selalu hadir untuk warganya,” Tutur Andika dengan penuh haru,29/09/2025.
Sementara itu, Ketua PKK Desa Sumberanyar, Lani Dwi Wijayanti , menambahkan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Ia berharap acara seperti ini bisa menjadi agenda rutin agar nilai-nilai kemanusiaan terus tumbuh di tengah masyarakat.
“Doa dan senyum mereka adalah hadiah terindah. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” Ungkap Lani dengan mata berbinar.
Acara berlangsung hangat dan penuh makna. Selain penyerahan santunan, juga dilakukan doa bersama agar seluruh warga Desa Sumberanyar selalu dalam lindungan Allah SWT dan diberi keberkahan serta syafaat Nabi Muhammad baik didunia dan Akhirat kelak.
Melalui kegiatan ini, PKK Desa Sumberanyar membuktikan bahwa cinta dan kepedulian bukan hanya kata-kata melainkan tindakan nyata yang menyentuh hati. Sebuah teladan indah, bahwa di tengah hiruk pikuk dunia masih ada tangan-tangan lembut yang siap mengusap air mata anak yatim dengan kasih sayang tanpa pamrih.
(MH**)


